BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menyasar di 10 dari 18 kecamatan se-Rohil. Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil Syafnuizal SE mengungkapkan terdapat sejumlah titik lokasi yang masih dilakukan kegiatan pemadaman maupun pendinginan karena peristiwa karhutla tersebut, Sabtu (2/8/2025).
Beberapa wilayah kecamatan yang dilakukan aksi pemadaman maupun pendinginan seperti di Kecamatan Simpang Kanan, yang telah memasuki tahapan pendinginan
"Ada dua lokasi karhutla di Simpang Kanan yakni di Bukit Dua Kelurahan Simpang Kanan dan Bukit Sembilan Kelurahan Simpang Kanan, sejauh ini luas areal terbakar lebih kurang 80 hektare," kata Syafnurizal.
Aksi pemadaman, terangnya, dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur terkait mulai dari BPBD Rohil, kepolisian, TNI, pihak Kecamatan, Menggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
"Untuk api umumnya sudah padam, namun tetap harus dipantau karena dikhawatirkan bisa kembali muncul karena mengingat cuaca yang panas, dengan kondisi angin kencang, kalau ini tidak diperhatikan bisa saja kembali timbul karhutla," katanya.
Tak hanya pemadaman langsung melalui daratan, terangnya, di wilayah itu juga telah dilakukan aksi water bombing meskipun dinilai hal itu masih perlu ditingkatkan mengingat kerawanan kembali terjadinya karhutla.
Wilayah kecamatan lainnya, terang Kalaksa, terdapat di Kecamatan Pasir Limau Kapas. Tepatnya di areal di daerah Sungai Daun dengan luasan areal terbakar sekitar tujuh hektare.
"Kondisi terbarunya di tempat kebakaran itu sudah ditanggulangi," ujarnya.
Selanjutnya di Kecamatan Kubu tersebar kejadian karhutla di empat lokasi yakni di Kepenghuluan Teluk Nilap dua titik, Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri dan di Kepenghuluan Sungai Majo. Dari peristiwa karhutla yang terjadi beberapa waktu lalu, sampai saat ini luasan areal yang sudah terbakar di Kubu mencapai 100 hektare lebih.
"Untuk kondisi terbaru sama, api sudah padam namun masih ada yang menyisakan asap titik di beberapa titik dan ini tetap menjadi pengawasan agar tidak muncul lagi, secara umum dalam tahapan pendinginan," katanya.
Terpisah di Kecamatan Kubu Babussalam, tambahnya, tepatnya di Kepenghuluan Teluk Nilap untuk luasan lahan terbakar sekitar 50 hektare. Namun di wilayah karhutla ini api masih belum padam, sehingga personel gabungan masih bertahan melakukan pemadaman di tengah kondisi yang terjadi.
Selanjutnya, kata Kalaksa, di Kecamatan Bagan Sinembah pun tak luput dari karhutla namun sudah dipastikan berakhir, karena masuk pada fase pendinginan lokasi terbakar. Tapi diperkirakan luasan areal terbakar yang ada cukup luas, sekitar 100 hektare.
Selain itu di Kecamatan Bangko Pusako api dipastikan telah padam, dan pada proses pendinginan tapi dari pendataan tim gabungan yang bertugas luasan aeal terbakar mencapai 100 hektare lebih juga.
Di Kecamatan Pujud, karhutla sempat terjadi di Kepenghulan Siarang-Arang dan Tanjung Medan, dengan luasan lebih kurang 8 hektare dan sudah dipadamkan. Berikutnya di Kecamatan Tanjung Medan lahan terbakar sekitar tiga hektare. Seterusnya di Kecamatan Rantau Kopar tak luput terjadi karhutla dengan luas areal terbakar satu hektare terjadi di daerah Sungai Rangau yang sudah pada proses pendinginan.
"Sejauh ini itulah pantauan dari lokasi terjadi karhutla, dan kegiatan penanggulangan telah dilakukan tim gabungan," kata Syafnurizal. Ia menegaskan sangat penting masyarakat mendukung langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menyikapi peristiwa karhutla ini, terutama mencegah terjadinya karhutla baru karena aksi pembakaran untuk membersihkan lahan.(fad)
Editor : Edwar Yaman