BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Upaya pemulangan kembali 10 nelayan asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) masih terus dilakukan. Lewat langkah-langkah koordinasi sesuai dengan hukum yang berlaku berkaitan dengan adanya permasalahan menyangkut antar negara.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Rohil M Amin SPi MSi, Rabu (12/11) di Bagansiapiapi. ’’Pemkab melalui Diskan dan instansi terkait lainnya terus berkoordinasi dan mengupayakan langkah-langkah untuk pembebasan nelayan yang ditahan pihak otoritas Malaysia tersebut,’’ kata Amin.
Ia juga menegaskan terus memantau perkembangan penyelesaian masalah yang terjadi termasuk intens berkomunikasi dengan pihak terkat lainnya.
’’Kami berharap agar nelayan kita bisa segera kembali ke tanah air dan berkumpul kembali bersama keluarga,’’ harapnya.
Sementara menyikapi kondisi keluarga nelayan yang mengalami musibah itu, pemkab memberikan bantuan pangan yang diharapkan dapat meringankan beban hidup keluarga yang ditinggalkan sementara waktu.
Bantuan sembako tersebut diserahkan di rumah kediaman salah satu keluarga nelayan di Jalan Kecamatan, Gang Manggis Kelurahan Bagan Punak, Bagansiapiapi, Selasa (11/11) lalu. Selain bantuan pangan juga diserahkan bantuan berupa uang tunai.
Informasi yang dirangkum, terdapat 10 nelayan asal Bagansiapiapi, Rohil yang ditahan otoritas Malaysia. Mereka terbagi dalam dua perahu boat, yang diduga boat tak sengaja memasuki wilayah perairan negara Malaysia.
Ketua HNSI Rohil Rivi Candra melalui sekretaris Amrial menyebutkan, para nelayan itu tidak ada yang mengunakan alat tangkap ilegal.
‘’Dari informasi di lapangan, kedua boat itu memasuki wilayah perairan Malaysia, untuk untuk mencari ikan tapi mengambil kembali jaring, alat tangkap yang terputus akibat arus kuat dan hanyut sampai ke wilayah perairan Malaysia,’’ katanya, Kamis (13/11).
Dijelaskannya, boat pertama, KM Willy Sukses 4 dengan nomor registrasi 877/PFF, dengan tekong Melis serta diawaki oleh empat orang anak buah kapal (ABK), masing-masing Hamran, Adi, Jefri, dan Idut.
Sementara itu, kapal kedua, KM Kian Uong bernomor 1058/PPF, dinahkodai Samsudin dan membawa empat ABK lainnya,yaitu Edi, Iram, Robi, dan Risi.(fad)
Editor : Arif Oktafian