BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Jhony Charles meminta kalangan perusahaan peduli dengan kondisi yang terjadi di daerah termasuk peduli dengan kerusakan akses infrastruktur jalan. Jhony Charles secara khusus menyoroti kerusakan jalan lintas di wilayah Kecamatan Tanah Putih, Pujud dan Tanjung Medan pada saat rapat koordinasi di Bagansiapiapi.
"Jalan lintas Manggala hingga Pujud saat ini dalam keadaan darurat. Meskipun status jalan tersebut adalah wewenang Provinsi Riau, kita tidak boleh tinggal diam karena dampak sosial dan ekonominya langsung dirasakan masyarakat setempat," kata Jhony Charles, Selasa (6/1/2026).
Akses jalan itu berada di wilayah kecamatan yang merupakan kategori perbatasan karena berdekatan dengan Dumai maupun berbatasan dengan Labuhan Batu Selatan, Sumut.
Menurut Wabup Rohil, dirinya sudah menyampaikan laporan kepada bupati, dan pemkab mengundang kalangan perusahaan agar dapat dicapai sikap dan kepedulian bersama.
"Hal ini perlu disikapi bersama karena yang lewat adalah mobil bertonase 30 ton ke atas yang tentunya milik perusahaan," kata Jhony Charles.
Pada rakor disepakati beberapa langkah untuk menangani 60 titik kerusakan jalan yang parah. Wabup menginstruksikan pembentukan tim kecil untuk mengkaji landasan hukum terkait sistem tiketing atau parkir tepi jalan sebagai sumber dana pemeliharaan jalan yang berkelanjutan.
"Kami akan data jumlah perusahaan di sepanjang Teluk Mega hingga Pujud, termasuk mobil dari luar Rohil yang melintas. Untuk perbaikan cepat, saya secara pribadi menyumbang material (petrus/cadas) dua mobil dan setiap perusahaan yang hadir sepakat membantu minimal tiga mobil material per-perusahaan," katanya.
Wabup Rohil juga meminta para camat di tiga wilayah itu untuk segera mendata 60 titik jalan yang rusak guna pembuatan drainase agar air tidak menggenangi badan jalan saat hujan.
Pada saat rakor yang digelar Senin (5/1/2026), hadir Perwakilan Kepala UPT PU Wilayah II Riau, Khairul Kholidin yang menyebutkan dari total 80,6 KM panjang jalan terdapat sekitar 20 KM dalam kondisi rusak berat. Kerusakan jalan terdapat dari arah Lingkungan Brimob menuju Pujud.
"Tahun ini hanya ada anggaran perawatan sekitar Rp4 Miliar yang harus dibagi untuk delapan ruas jalan di Dumai dan Rohil. Kami sangat berharap bantuan dari dunia usaha karena jalur ini sangat strategis dengan volume kendaraan mencapai 2.000 unit per-hari," kata Khairul.
Salah seorang perwakilan kalangan perusahaan Aseng menyambut baik langkah Pemkab Rohil untuk melibatkan peran perusahaan membantu perbaikan akses jalan. Menurutnya jika jalan terus mengalami kerusakan maka akan berdampak pada bertambahnya biaya untuk akomodasi, transportasi dan sebagainya.
"Kami mengusulkan ada seperti voucher yang dibeli oleh setiap kendaraan bermuatan yang lewat, jadi kontribusi tidak hanya dibebankan pada segelintir perusahaan tapi semua yang mengunakan jalan tersebut," katanya.(fad)
Editor : Edwar Yaman