BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kepenghuluan Teluk Pulai Kecamatan Pasir Limau Kapas bersama warga, mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya terkait ambruknya Jembatan Raja Ali Haji yang melintasi aliran sungai di wilayah tersebut.
Jika tak segera dilakukan perbaikan, sebagian warga di wilayah tersebut terancam terisolir karena tak bisa lewat sama sekali. Sementara sewaktu-waktu ada saja keperluan baik yang bersifat dadakan maupun rutinitas sehari-hari seperti pergi ke rumah ibadah, ke pusat perkotaan, ke sekolah, ke kantor pemerintah dan publik maupun mesti melakukan aktivitas lainnya.
"Jadi kami gotong royong perbaikan, secara swadaya. Dana dibantu iuran perangkat desa, tokoh, masyarakat, untuk membuat jembatan alternatif sementara," kata Datuk Penghulu Teluk Pulai Mustafa Husein, Jumat (23/1/2026).
Panjang jembatan terangnya sekitar 20 meter, dengan bagian yang ambruk lebih kurang 10 meter. Ia membenarkan pihak dinas terkait sudah turun tapi tentu membutuhkan proses sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Kalau sekarang kondisinya sudah bisa dilewati," kata Mustafa Husein.
Sebelumnya Kepala PUTR Rohil Khoirul Fahmi ST menyebutkan sejumlah personil dari dinas telah turun ke lapangan langsung, melakukan survey. Menurutnya dari survey dilapangan akan dijadikan masukan untuk langkah penanganan yang akan dilakukan pihak dinas tersebut.(fad)
Editor : Edwar Yaman