BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) -- Dua peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Kebakaran tersebut melanda sebuah lahan kosong di dua kecamatan yakni di Kecamatan Balai Jaya dan di Kecamatan Sinaboi.
"Kedua titik panas terpantau dari pengunaan aplikasi Sipongi tadi malam, dimana lokasinya yang di Balai Jaya itu dekat berbatasan dengan Kecamatan Kubu, dan satu lagi di Kecamatan Sinaboi," kata Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil H Syafnurizal SE, Kamis (26/2/2026).
Dari koordinasi cepat yang dilakukan melibatkan peran dari masyarakat peduli api (MPA), pihak pemerintahan kecamatan, Upika terkait maupun kepenghuluan/desa. Api telah berhasil dipadamkan, terang Syafnurizal.
Kobaran api yang muncul terangnya, masih dalam kategori atau skala yang medium dan rendah, sehingga dengan deteksi yang cepat disertai langkah pemadaman yang dinilai cepat juga, api dapat ditanggulangi dalam waktu relatif singkat dan tidak menjalar ke areal berdekatan.
"Saat ini api sudah berhasil dipadamkan di dua titik kejadian karhutla tersebut," katanya. Sementara untuk luasan lahan yang terbakar sekitar satu hektare.
Syafnurizal mengingatkan bahwa kewaspadaan terhadap kejadian karhutla masih menjadi atensi yang dilakukan pihaknya setiap saat. Baik lewat pengunaan aplikasi maupun dengan menerima informasi dari masyarakat.
Sejauh ini sebagai bentuk dukungan maksimalnya cepat tanggap dan aksi penanggulangan karhutla terangnya, Pemkab Rohil telah menetapkan status siaga karhutla.
"Dimana mengacu pada prediksi BMKG bahwa untuk waktu Februari sampai April itu masih panas untuk di daerah Rohil. Insya Allah perkiraan baru pada Mei hingga Agustus potensi sering hujan kembali. Walaupun begitu kami terus update informasi dari pihak BMKG tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan agar waspada karhutla dilakukan dengan baik oleh semua pihak, baik masyarakat apalagi unsur pemerintahan mulai tingkat kabupaten, kecamatan hingga kepenghuluan/desa.
"Waspada terus, apalagi akan menghadapi Idulfitri tentunya ramai masyarakat yang pulang kampung. Kita tentu tidak ingin daerah kita diselimuti asap karena karhutla. Maka kita semua wajib waspada apalagi dikaitkan dengan kondisi cuaca yang masih ekstrim," katanya.
Editor : Rinaldi