UJUNG TANJUNG (RIAUPOS.CO) – Kepolisian bersama Pemkab Rokan Hilir (Rohil) serta pihak Pertamina melakukan pengecekan langsung terhadap stok bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU serta stok gas elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), di wilayah Rohil, Rabu (11/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi tetap aman bagi masyarakat di tengah isu gejolak energi dunia yang tengah terjadi.
Selain itu, pengecekan ini juga bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadinya panic buying atau pembelian berlebihan oleh masyarakat.
Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni menyebutkan langkah ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan aparat keamanan dalam memastikan distribusi energi di wilayah Rohil berjalan lancar dan tidak mengalami gangguan.
“Kami ingin memastikan bahwa stok BBM dan gas elpiji di wilayah Rohil dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Pengecekan dilakukan di beberapa lokasi di antaranya SPBU Codo Banjar XII dan SPBU Ujung Tanjung CV Andy Asnur yang berada di Kecamatan Tanah Putih.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, stok BBM di kedua SPBU tersebut terpantau dalam kondisi aman.
Di SPBU Codo Banjar XII, stok Pertalite tercatat sebanyak 12.932 liter, sementara Pertamax mencapai 9.487 liter. Sedangkan di SPBU Ujung Tanjung, stok Pertalite tersedia sebanyak 8.844 liter dan Pertamax sebanyak 3.120 liter.
Selain itu, jenis BBM lainnya seperti Pertamina Dex, Dexlite, Bio Solar dan Pertamax Turbo juga tersedia dengan jumlah yang cukup.
Tim juga melakukan pengecekan takaran BBM menggunakan alat terra meter untuk memastikan kesesuaian standar pengisian.
Dari hasil pemeriksaan, takaran BBM masih dalam batas toleransi yang ditetapkan, yakni sekitar 70 mililiter dari batas maksimal 200 mililiter, sehingga dinyatakan masih memenuhi standar yang berlaku.
Tidak hanya BBM, tim juga melakukan pengecekan stok gas elpiji di SPPBE PT Riau Sarana Sejahtera. Dari hasil pemeriksaan, stok elpiji yang tersedia mencapai sekitar 89 ton dengan rata-rata distribusi sekitar 16.800 tabung per hari.
Selain memastikan stok tersedia, pengecekan juga dilakukan terhadap kondisi tabung dan isi gas elpiji. Hasilnya, seluruh tabung dalam kondisi baik dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat.
Sementara itu, Wakil Jhonny Charles menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan distribusi energi agar penyaluran BBM dan gas elpiji tetap merata serta tepat sasaran.
"Ini penting karena berkaitan dengan kebutuhan masyarakat banyak," tegasnya. (fad)
Editor : M. Erizal