BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Di tengah ancaman kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang marak terjadi di sejumlah daerah kabupaten di Riau, membuat Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) tingkatkan kewaspadaan dengan menggelar rapat koordinasi penanganan karhutla, Rabu (8/4/2026) di Bagansiapiapi.
Pada rapat terungkap kewaspadaan terhadap karhutla perlu terus ditingkatkan agar tidak sampai menimbulkan dampak yang luar biasa sehingga menjadi sulit untuk ditanggulangi.
Salah satu unsur yang hadir, pihak Kodim 0321/Rohil, Pasi Intel Kodim Kapten Simson Siregar mewakili Dandim Letkol Inf Diki Apriyadi menyebutkan setiap kejadian karhutla selalu menimbulkan dampak yang luar biasa.
Ia juga mengenang bagaimana peristiwa karhutla di Rohil yang terjadi pada 2016 lampau yang sampai membuat gugurnya seorang personil TNI.
"Waktu itu karhutla yang terjadi luar biasa, lahan terbakar, ternak terbakar, rumah bahkan menimbulkan korban jiwa. Kalau sudah terjadi kebakaran yang besar maka sudah sulit, tidak bisa apa-apa lagi hanya memohon kepada Tuhan agar hujan diturunkan," katanya.
Dari peristiwa itu Simson mengajak agar dapat dijadikan pembelajaran berarti, dan dari kejadian tersebut juga pihaknya menilai bahwa untuk deteksi dini pencegahan karhutla tidak bisa terlepas dari peran aparatur pemerintahan yang paling bawah di tingkat kepenghuluan/desa yakni peran dari perangkat RT.
Baca Juga: Duel Sengit hingga Kemenangan Telak Warnai Rajawali Cup IV Hari Kedua
"Karena Pak RT yang bisa mengetahui lingkungannya dengan baik, dia kenal siapa pemilik lahan, jadi Pak RT perlu menjaga betul siapa yang keluar masuk desa itu. Karena pengalaman waktu itu, kejadiannya pemilik lahan orang luar, yang jaga disuruh orang lain. Sementara setelah kejadian kebakaran sekitar enam bulan kemudian sudah ada bibit sawit dibawa untuk ditanami di lahan bekas terbakar tersebut," katanya.
Ia mengharapkan dari berbagai peristiwa karhutla yang terjadi di Rohil agar aparat, maupun perangkat pemerintahan hingga di tingkat desa dapat meningkatkan kewaspadaan, pengawasan dan saling bersinergis.
"Data orang yang keluar masuk desa, keperluannya apa. Kami yakin kalau ini terus diawasi pasti itu yang mau melakukan pembakaran jadi takut untuk berbuat," katanya.
Baca Juga: DPRD Riau Dorong Kepastian Status Tenaga Kerja Lokal di Sektor Migas
Dirinya juga mengingatkan bahwa penanganan karhutla sangat membutuhkan perjuangan yang berat. Apalagi di tengah kondisi cuaca terik, lokasi yang jauh, sulit dijangkau dengan medan yang berat. Karena itu tambahnya perlu dilakukan kewaspadaan terus menerus, terutama menyikapi semakin dekatnya dengan musim kemarau.
"Harus diwaspadai mengingat bulan 6-8 itu rawan dengan kejadian karhutla," katanya mengingatkan.
Rapat tersebut dihadiri Wabup Rohil Jhony Charles BBA MBA, Sekdakab H Fauzi Efrizal MSi, Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni bersama para kapolsek se-Rohil, camat dan kepenghuluan yang wilayahnya rawan karhutla, selanjutnya Kalaksa BPBD Rohil Syafnurizal SE, Kadiskes Rohil Afrida, Kasatpol PP Rohil Acil Rustianto MSi, dan pihak dari perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), sejumlah tokoh masyarakat dan berbagai unsur terkait.(fad)
Editor : Edwar Yaman