Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Desak Pemberantasan Narkoba, Aksi Massa Berujung Anarkis

Zulfadly • Minggu, 12 April 2026 | 12:14 WIB
Massa saat melakukan aksi unjuk rasa mendesak pemberantasan narkoba dan hiburan malam di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Jumat (10/4/2026). . Humas polres rohil untuk riau pos
Massa saat melakukan aksi unjuk rasa mendesak pemberantasan narkoba dan hiburan malam di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir, Jumat (10/4/2026). . Humas polres rohil untuk riau pos

 

PANIPAHAN (RIAUPOS.CO) - Aksi unjuk rasa digelar ratusan warga di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Rokan Hilir (Rohil) dengan tuntutan utama mendesak pemberantasan narkoba. Aksi ini berujung dengan terjadinya penye­rangan dan perusakan sebuah rumah dan berbagai material di Panipahan, Jumat (10/4) sore.

Dari sejumlah video yang ada di Facebook, terlihat ratusan warga awalnya menggelar aksi unjuk rasa secara damai. Masyarakat mendatangi Mapolsek Panipahan, yang disambut oleh personel polisi yang ada. 

Sementara memasuki sore, sebagian warga mendatangi sebuah rumah yang disebut-sebut dari narasi di video sebagai pengedar/bandar narkoba. Massa yang terlihat, baik pemuda, emak-emak, hingga remaja dan anak-anak merangsek. Melempari pagar rumah dengan kayu, batu dan akhirnya setelah pagar bobol sejumlah barang-barang dikeluarkan. Tak hanya itu, massa juga merangsek ke dalam rumah yang mengakibatkan terjadinya perusakan, serta berbagai barang-barang yang ada dibawa keluar, bahkan sejumlah motor juga dirusak dan dibakar akibat kemarahan warga yang tak terbendung. 

Baca Juga: Antisipasi Peredaran Narkoba, Unit Layanan Terpadu P4GN Dibangun di Bengkalis

Salah seorang warga, Tomi menyebutkan sebelumnya masyarakat memang sempat menggelar aksi unjuk rasa yang mendesak pemberantasan peredaran narkoba di Panipahan pada Jumat pekan lalu. Sepekan kemudian masyarakat kembali menggelar aksi demo jilid II. 

“Setelah itu, ada lagi demo jilid II dengan tuntutan yang sama, agar pemberantasan narkoba diperkuat,” katanya, Sabtu (11/4). 

Massa awalnya mendatangi area Mapolsek Panipahan menyuarakan tuntutan atau aspirasi mereka. Namun sebagian diketahui bergerak menyasar sebuah rumah yang disebut-sebut dalam narasi video di medsos sebagai rumah seorang pengedar atau bandar narkoba. Suasana ramai orang dan situasi di lapangan yang tak terkendali membuat massa semakin merangsek, menyerang rumah beruntung tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. 

Tomi menambahkan memang selama ini masyarakat sudah cukup resah dengan peredaran narkoba di wilayah pesisir Rohil tersebut. “Akibatnya terjadi aksi kriminalitas berupa pencurian marak terjadi, warga kerap kehilangan elpiji, baju dan lain-lain,” keluhnya. 

Baca Juga: Pasca-Aksi Unjuk Rasa di Panipahan, Kapolres Rohil Tegaskan Komitmen Berantas Peredaran Narkoba

Informasi diperoleh Sabtu (11/4), Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni turun langsung ke Panipahan, bersama Wabup Rohil Jhony Charles. Kapolres melakukan pertemuan bersama Upika Palika dan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai elemen organisasi, pemuda. 

Salah seorang tokoh pemuda yang hadir, Muslih membenarkan adanya pertemuan yang digelar menyikapi keresahan masyarakat serta kondisi yang terjadi pada saat ini. 

“Tadi ada pertemuannya, guna mendinginkan situasi usai aksi masyarakat terkait keresahan terhadap peredaran narkoba,” kata Muslih. 

Dari pertemuan itu, masyarakat menyampaikan harapan agar aparat tidak melakukan tindakan hukum pascaterjadinya aksi, apalagi menangkap anak-anak yang turut serta pada saat terjadinya aksi yang tergolong anarkis tersebut. 

“Selain itu, masyarakat tetap meminta aparat menindaklanjuti tuntutan masyarakat terkait pemberantasan narkoba, penutupan tempat lokalisasi di Teluk Pulai, Panipahan, tempat  hiburan juga,” katanya. 

Sementara polisi menegaskan komitmennya untuk memberantas narkoba, menyikapi adanya desakan yang cukup luas dari masyarakat di Panipahan, Palika agar aparat memberantas peredaran narkoba di wilayah tersebut. 

Hal itu disampaikan Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni pada saat pertemuan dengan Upika Palika, tokoh agama, tokoh masyarakat, elemen pemuda, lintas organisasi yang turut dihadiri Wabup Rohil Jhony Charles, di Panipahan, Sabtu (11/4). 

Dirinya memastikan bahwa Polres Rohil akan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat dengan langkah-langkah hukum yang terukur dan profesional.

“Termasuk melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba di wilayah Panipahan,” katanya. 

Namun selain itu, dirinya juga mengingatkan bahwa penyampaian aspirasi tidak boleh disertai dengan aksi anarkhis, yang berujung pada perusakan dan sejenisnya.  Seperti diketahui pada Jumat (10/4) sore, ratusan warga Panipahan, Palika menggelar aksi unjuk rasa. Menjelang malam, aksi itu berujung kericuhan. Awalnya aksi unras di depan Mapolsek Panipahan, namun sebagian massa menyasar ke sebuah rumah yang disebut-sebut sebagai bandar narkoba.

Sebelumnya aksi yang diikuti ratusan orang itu berkumpul dari depan Masjid Raya Panipahan kemudian bergerak menuju Mapolsek Panipahan. Dalam orasi, massa mendesak aparat penegak hukum untuk segera menutup seluruh tempat yang diduga menjadi lokasi aktivitas narkoba, serta meminta penindakan tegas terhadap seorang warga berinisial M yang diduga sebagai pengedar. 

Pada saat di depan Mapolsek, massa disambut oleh jajaran Polres Rohil bersama unsur pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat. Aparat menerima aspirasi warga dan menyampaikan komitmen dalam pemberantasan narkoba.

Belakangan massa bergerak ke sebuah rumah warga inisial A yang juga disebut-sebut sebagai jaringan pengedar narkoba. Di rumah inilah terjadi aksi pelemparan, perusakan hingga pembakaran. Sementara jumlah massa terus bertambah, dalam aksi tersebut empat unit sepeda motor dibakar, sementara barang-barang di dalam rumah dikeluarkan dan ikut dibakar di depan lokasi. Rumah tersebut juga sempat dibakar, meski api tidak langsung membesar karena bangunan terbuat dari beton.

Petugas gabungan puluhan personel Polri dan TNI  berupaya mengendalikan situasi. Namun, karena jumlah massa yang jauh lebih banyak, aparat sempat kesulitan meredam aksi anarkis tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa baik dari masyarakat maupun aparat keamanan dan massa kemudian meninggalkan tempat tersebut.(fad)

Editor : Bayu Saputra
#bandar narkoba di serang warga #panipahan #rokan hilir #bandar narkoba #aksi massa