BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kabar baik datang dari rombongan jemaah calon haji (JCH) asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Setelah sempat dinyatakan sakit dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Awal Bros Batam, dua dari tiga jemaah akhirnya dinyatakan layak terbang dan diberangkatkan ke tanah suci.
Kedua jemaah tersebut adalah Ruspidawati dan Mislan, yang sebelumnya tergabung dalam kloter BTH06. Setelah melalui proses pemulihan dan pemeriksaan medis, keduanya kini diberangkatkan bersama kloter BTH 08.
Baca Juga: Antrean Panjang Pertalite di SPBU Pekanbaru, Ada Pengendara Mobil yang Ngaku Antre Satu Jam
Sementara itu, satu jemaah lainnya, Aisyah Dopal, masih dalam tahap pemulihan dan belum diizinkan berangkat oleh tim medis.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Rohil, M Syafri Johan, menyampaikan bahwa kondisi kesehatan menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan keberangkatan jemaah haji.
“Alhamdulillah, Ibu Ruspidawati dan Bapak Mislan sudah bisa berangkat bersama kloter BTH08. Sedangkan Ibu Aisyah Dopal masih dalam tahap pemulihan dan belum bisa diberangkatkan karena alasan kesehatan,” ujar Syafri Johan, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: May Day Kondusif, Polres Inhu Tetap Siaga dan Patroli Objek Vital
Ia menegaskan, konsep istitha’ah kesehatan menjadi syarat penting dalam pelaksanaan ibadah haji. Artinya, setiap jemaah harus benar-benar dalam kondisi sehat agar mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah di tanah suci.
“Jika kondisi kesehatan tidak memungkinkan, maka keberangkatan bisa ditunda hingga jemaah dinyatakan sehat oleh dokter,” jelasnya.
Lebih lanjut, Johan menyebutkan bahwa dua jemaah yang telah pulih tersebut akan bergabung dengan sisa rombongan jemaah haji Rohil sebanyak 62 orang di kloter BTH08.
Baca Juga: Sopir Truk Menunggu Tanpa Kepastian, Antrean BBM Mengular di Sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru
“Mereka berangkat Kamis, 30 April kemarin dan mari kita doakan Ibu Aisyah Dopal segera pulih dan bisa menyusul pada kloter berikutnya,” ujarnya.
Pihak Kemenhaj Rohil juga tambahnya terus memantau kondisi jemaah yang masih dirawat, sekaligus memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar kesehatan yang ditetapkan. (fad)
Editor : M. Erizal