Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Peringati Hari Otda dan Hardiknas di Rohil, Kondisi Keuangan Daerah Jadi Tantangan

Zulfadhli • Senin, 4 Mei 2026 | 13:59 WIB
Bupati Rohil H Bistamam bersama Wabup Jhony Charles, Ketua PGRI Rohil M Sadri serta guru/kepsek yang mengenakan pakaian adat daerah usai peringatan Hardiknas 2026 di Lapangan Purna MTQ Batu Enam, Bagansiapiapi, Senin (4/5/2026). (Zulfadhli/Riaupos.co)
Bupati Rohil H Bistamam bersama Wabup Jhony Charles, Ketua PGRI Rohil M Sadri serta guru/kepsek yang mengenakan pakaian adat daerah usai peringatan Hardiknas 2026 di Lapangan Purna MTQ Batu Enam, Bagansiapiapi, Senin (4/5/2026). (Zulfadhli/Riaupos.co)

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Di sela peringatan hari Otonomi Daerah (Otda) serta Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, di lingkungan pemerintah daerah Rokan Hilir (Rohil), Bupati Rohil H Bistamam mengungkapkan kondisi keuangan di daerah yang masih mengalami keterbatasan.

Hal itu tidak terlepas dari penurunan dana transfer dari pemerintah pusat maupun masih belum tuntasnya dana salur baik pusat maupun propinsi. 

Menurut H Bistamam kondisi anggaran menjadi perhatian. Disebutkan bahwa terjadi penurunan transfer dana dari pemerintah pusat. 

Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas Terikat Tali dan Lakban di Kabin Truk Fuso di Jalan SM Amin Pekanbaru 

"Jika pada tahun 2024–2025 anggaran mencapai sekitar Rp1,9 triliun, maka pada tahun 2026 mengalami penurunan sekitar Rp900 miliar, sehingga tersisa sekitar Rp1 triliun lebih," kata H Bistamam didampingi Wabup Jhony Charles dan Sekdakab Rohil H Fauzi Efrizal, Senin (4/5/2026).

Sementara itu terangnya, kebutuhan dana rutin daerah mencapai Rp1,1 triliun, yang berarti masih terdapat kekurangan sekitar Rp100 miliar. Kekurangan tersebut sebagian ditutupi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan alokasi sekitar Rp350 miliar, di mana realisasi saat ini berkisar Rp300 miliar.

“Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kita. Namun kita berharap ke depan anggaran dapat kembali ditingkatkan, terutama dari pemerintah pusat, agar program-program pendidikan dapat berjalan optimal seperti sebelumnya,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Dua Nama Peraih Skor Tertinggi Dalam Seleksi Direktur PT BSP Hasil Assessment PPM Manajemen 

Ia menegaskan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pemerintah daerah tetap optimis dan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Sementara berkaitan dengan peringatan dua hari pentng itu dirinya mengharapkan agar menjadi momentum untuk mendorong kemajuan dunia pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan peringatan yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah demi mewujudkan cita-cita pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan.

Baca Juga: Pengukuhan Juara Laliga  

"Kami harapkan agar apa yang menjadi visi dan keinginan Presiden Republik Indonesia dapat tercapai, terutama dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan berdaya saing melalui pendidikan yang berkualitas," katanya. (fad)

Editor : M. Erizal
#hari otonomi daerah #hari otda #rohil #hardiknas