
BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Menjelang memasuki fase puncak ibadah haji, yakni Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), jemaah calon haji asal Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) diingatkan untuk menjaga kesehatan, kekompakan, serta kesiapan fisik dan mental selama menjalani rangkaian ibadah yang dikenal sangat padat dan menguras tenaga tersebut.
Ketua rombongan jemaah calon haji Rohil, Muhammad Nur Hidayat, menyampaikan imbauan penting kepada seluruh jemaah agar dapat menjalani Armuzna dengan lancar dan memperoleh haji yang mabrur.
Informasi tersebut disampaikan melalui pesan karom, M Nur Hidayat. Di mana dirinya mengajak seluruh jemaah untuk bersama-sama menjaga kondisi tubuh mengingat cuaca ekstrem dan aktivitas ibadah yang padat selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Baca Juga: Banggakan Riau, Rohul Raih Penghargaan Nasional Revitalisasi Bahasa Daerah dari Mendikdasmen
“Alhamdulillah, sebentar lagi kami akan memasuki fase puncak ibadah haji, yaitu Armuzna. Ini adalah hari-hari yang sangat padat, penuh pengorbanan fisik, dan memerlukan kekuatan iman serta stamina yang prima,” ujarnya, Senin (25/5/2026).
Ia menerangkan penting bagi jemaah mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Jemaah diminta tidak menunggu haus untuk minum karena suhu di Arafah dan Mina dapat mencapai 45 derajat Celsius. Ia mengingatkan jemaah untuk mengonsumsi minimal dua liter air setiap hari atau setidaknya satu gelas setiap jam saat terjaga.
"Kami telah mengingatkan jemaah agar selalu membawa botol air minum dan oralit yang telah disediakan pihak kloter. Dehidrasi adalah musuh utama jemaah saat Armuzna,” katanya.
Baca Juga: Dua Personel Polres Dumai Dipecat Tidak Dengan Hormat
Selain itu, tambahnya, jemaah juga diimbau menjaga pola makan dan waktu istirahat. Meski dalam kondisi lelah, jemaah diminta tetap makan tepat waktu walaupun dengan porsi kecil, serta mengutamakan makanan dari katering resmi demi menjaga kebersihan dan kesehatan.
Selain itu waktu jeda juga diminta dimanfaatkan untuk beristirahat, meski hanya 15 hingga 30 menit, mengingat tenaga akan banyak terkuras saat melontar jumrah dan berjalan jauh di tengah cuaca panas.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri pribadi selama Armuzna sepertimenggunakan masker, topi atau payung, membawa semprotan air kecil, serta memakai alas kaki yang nyaman dan tidak mudah terlepas.
"Bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit bawaan, diingatkan agar obat-obatan rutin selalu dibawa di tas selempang dan kondisi kesehatannya diberitahukan kepada teman satu tenda," katanya.
Begitu juga agar jemaah segera melapor kepada petugas kesehatan, ketua rombongan, atau ketua regu apabila mengalami tanda-tanda kelelahan berat seperti pusing, mual, jantung berdebar, atau kram kaki.
“Jangan dipaksakan. Menunda melontar jumrah demi keselamatan dibolehkan dalam fikih haji,” jelasnya.
Tak kalah penting, Muhammad Nur Hidayat menekankan agar jemaah tetap menjaga kebersamaan dan saling peduli satu sama lain. Menurutnya, Armuzna bukanlah perlombaan cepat-cepatan, melainkan momentum untuk saling membantu dan menguatkan sesama jamaah. Ia meminta jamaah berjalan bersama rombongan, membantu jamaah lanjut usia, serta saling mengingatkan untuk makan dan minum.
“Kunci haji mabrur adalah akhlak saat ujian fisik datang dan diharapkan seluruh jamaah haji Rohil tetap menjaga kekompakan selama pelaksanaan Armuzna. Armuzna hanya lima sampai enam hari, tapi ganjarannya adalah haji yang mabrur. Mari kita niatkan setiap lelah sebagai penghapus dosa,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa dirinya bersama ketua regu, ketua rombongan, dan petugas kesehatan kloter siap mendampingi jamaah selama 24 jam apabila ada keluhan atau kendala di lapangan.(fad)
Editor : Edwar Yaman