Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Antisipasi Super El Nino, Rohil Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla 2026

Zulfadhli • Senin, 1 Juni 2026 | 17:28 WIB
Kalaksa BPBD Rohil H Syafnurizal SE
Kalaksa BPBD Rohil H Syafnurizal. (Istimewa)

 BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi terjadi selama musim kemarau tahun 2026.

Langkah antisipatif ini dilakukan menyusul prediksi fenomena Super El Nino yang diperkirakan memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Bupati H Bistamam secara resmi mengeluarkan maklumat Nomor: 800/BPBD/2026/82 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Rohil Tahun 2026. 

Baca Juga: Suhardiman Amby Sebut MTQ Riau Serasa Tingkat Nasional, Menteri Agama Tiba 27 Juni 

Maklumat tersebut diterbitkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 118/BPBD/2026 serta mengacu pada hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau dan Rapat Koordinasi Daerah yang dilaksanakan pada 8 April 2026 lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil, H Syafnurizal, menyampaikan bahwa maklumat tersebut merupakan bentuk komitmen terhadap pencegahan, penangan karhutla yang selama ini menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat serta aktivitas perekonomian daerah.

"Bupati menginstruksikan seluruh elemen masyarakat, perangkat pemerintahan hingga pihak perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama melakukan langkah pencegahan," ujar Syafnurizal, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Tindaklanjuti Arahan Plt Gubri, Kadisdik Riau Beri Tenggat Waktu 2 Pekan, Sekolah Wajib Kembalikan Kelebihan Bayar Seragam

Dalam maklumat tersebut terangnya, Bupati Bistamam menegaskan lima poin penting yang wajib menjadi perhatian seluruh masyarakat maupun pelaku usaha perkebunan.

Pertama, seluruh pemilik kebun, lahan pertanian, ladang maupun perusahaan perkebunan dilarang keras melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar. Larangan ini berlaku tanpa pengecualian karena pembakaran lahan menjadi salah satu penyebab utama terjadinya Karhutla.

Kedua, masyarakat diminta untuk menghindari segala aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membakar sampah di sekitar kawasan hutan dan lahan gambut, membuang puntung rokok sembarangan, maupun meninggalkan api unggun yang masih menyala.

Baca Juga: Harga Sawit Petani Berangsur-angsur Naik Capai Rp2.760 per Kg, Petani Berharap Bisa Kembali Tembus Rp3.000 per Kg 

Ketiga, warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan Karhutla diimbau untuk meningkatkan patroli dan pengawasan secara mandiri. Masyarakat juga diminta tidak ragu melaporkan kepada pihak kepenghuluan atau aparat terkait apabila menemukan indikasi pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

Keempat, para camat diminta menggerakkan datuk penghulu untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Selain itu, datuk penghulu juga diwajibkan melakukan pendataan terhadap pemilik lahan di wilayah masing-masing guna mengantisipasi terjadinya kelalaian yang dapat memicu kebakaran.

Kelima, seluruh unsur pemerintahan dan keamanan di tingkat kecamatan hingga desa, mulai dari camat, datuk penghulu, RT, RW, babinsa hingga bhabinkamtibmas, diminta bergerak cepat melakukan pemadaman dini apabila ditemukan titik api di wilayah kerja masing-masing.

Baca Juga: Wabup Bengkalis: Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

Menurut Syafnurizal, keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada aparat pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat. Kesadaran bersama menjadi faktor penting untuk menjaga wilayah Rohil tetap aman dari ancaman kebakaran dan kabut asap.

"Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Jika ada titik api segera ditangani sebelum meluas. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat, kita berharap Karhutla dapat dicegah sejak dini," katanya. (fad)

Editor : M. Erizal
#El Nino Super #BPBD Rohil