Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Karhutla Terjadi di Empat Kecamatan di Rohil, Puluhan Petugas BPBD Berjibaku Padamkan Api Bersama Tim Gabungan

Zulfadhli • Kamis, 4 Juni 2026 | 20:56 WIB
Kalaksa BPBD Rohil H Syafnurizal SE
Kalaksa BPBD Rohil H Syafnurizal. (Istimewa)

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali menjadi perhatian serius di Kabupaten Rokan Hilir. Saat ini sedikitnya empat kecamatan dilaporkan terdampak kebakaran, yakni di Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih, Pekaitan, Bangko Pusako dan Kecamatan Kubu. 

Sebanyak 19 titik api terpantau tersebar di sejumlah lokasi dan terus menjadi fokus penanganan petugas gabungan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil telah mengerahkan puluhan personel ke berbagai titik kebakaran. Langkah ini dilakukan guna mencegah api meluas ke kawasan perkebunan, lahan produktif masyarakat maupun wilayah permukiman.

Baca Juga: Heboh Sidang Abdul Wahid, PH Dani M Nursalam dan Asri Auzar Hampir Baku Hantam

Kepala Pelaksana BPBD Rohil, H Syafnurizal SE, mengatakan pihaknya telah menurunkan tiga regu pemadaman yang disebar ke sejumlah lokasi prioritas. Setiap regu difokuskan pada wilayah yang memiliki potensi penyebaran api cukup tinggi.

"Ada tiga regu yang diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Regu pertama bertugas di wilayah Rantau Bais, kemudian di Kecamatan Pekaitan dan Kecamatan Kubu. Mudah-mudahan dengan kehadiran petugas di lapangan, kebakaran yang terjadi dapat segera dikendalikan dan tidak semakin meluas," ujar Syafnurizal, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, penanganan karhutla saat ini tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman di lapangan. Pemerintah daerah juga terus memperkuat langkah pencegahan dengan menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah kecamatan hingga perangkat desa.

Baca Juga: UIR Kukuhkan Dua Guru Besar Bidang Pemasaran Bisnis dan Kecerdasan Buatan

Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran akibat musim kemarau, BPBD Rohil juga terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu langkah yang tengah diupayakan adalah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna membantu mempercepat turunnya hujan di wilayah yang terdampak.

Syafnurizal mengungkapkan bahwa permintaan bantuan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah provinsi maupun BNPB pusat. Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dalam beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama yang mempercepat munculnya titik-titik api baru.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau dan BNPB pusat untuk meminta bantuan operasi modifikasi cuaca. Saat ini cuaca cukup panas, sementara BMKG juga memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga September mendatang. Karena itu, kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi," katanya.

Baca Juga: Suhu Ekstrim 47 Derajat Celsius, Jemaah Haji Bengkalis Tetap Jalankan Ibadah

Ia menjelaskan, meskipun akses menuju lokasi kebakaran dan ketersediaan sumber air relatif masih dapat dijangkau petugas, terdapat sejumlah kendala yang cukup memengaruhi efektivitas proses pemadaman. Kondisi cuaca ekstrem menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi tim di lapangan.

Teriknya matahari yang berlangsung hampir sepanjang hari membuat vegetasi kering lebih mudah terbakar. Di sisi lain, hembusan angin kencang menyebabkan api cepat berpindah dan menyebar ke area yang lebih luas sehingga petugas harus bekerja ekstra melakukan penyekatan dan pendinginan.

"Untuk jarak dan sumber air sejauh ini masih bisa kami atasi. Namun kendala terbesar yang kami hadapi adalah cuaca panas dan angin kencang. Kondisi tersebut membuat api cepat menyebar dan menyulitkan proses pemadaman. Meski demikian, petugas tetap bekerja maksimal di lapangan," ungkapnya.

Baca Juga: Upaya Menjaga Stabilitas Harga TBS, Bupati Inhu Ade Agus Hartanto Kumpulkan Pemilik PKS

Syafnurizal menambahkan, seluruh personel yang bertugas saat ini terus melakukan pemantauan dan pemadaman secara intensif guna memastikan titik api tidak kembali muncul setelah berhasil dipadamkan. Selain itu, patroli rutin juga dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya titik api baru di wilayah rawan Karhutla.

"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan. Karhutla bukan hanya merugikan pemilik lahan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, lingkungan dan aktivitas masyarakat secara luas. Mari bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran," katanya. (fad)

Editor : M. Erizal
#titik api terpantau #padamkan karhutla #karhutla di rohil