Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

990 Napi Dipindahkan ke Ujung Tanjung

Zulfadli • Jumat, 5 Juni 2026 | 09:38 WIB
PINDAH LAPAS: Aktivitas memindahkan 990 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Bagansiapiapi ke lapas di Ujung Tanjung karena over kapasitas, Kamis (4/6/2026). (FOTO ZULFADLI
).
PINDAH LAPAS: Aktivitas memindahkan 990 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Bagansiapiapi ke lapas di Ujung Tanjung karena over kapasitas, Kamis (4/6/2026). (FOTO ZULFADLI ).

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - SEBANYAK 990 warga binaan Lembaga Pemasya­rakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi dipindahkan dari gedung lama di Jalan Lembaga Kelurahan Bagan Kota ke gedung lapas yang baru di kawasan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kamis (4/6).

Proses pemindahan warga binaan tersebut berlangsung dengan pengamanan ketat. Puluhan personel gabungan dari TNI, Polri, serta petugas pemasyarakatan diterjunkan guna memastikan seluruh tahapan relokasi berjalan aman, tertib, dan lancar.

Sejak pagi hari, aktivitas di Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi tampak lebih sibuk dari bia­sanya. Petugas mela­kukan berbagai persiapan teknis sebelum proses pemindahan dimulai. Warga binaan kemudian di­berangkatkan secara bertahap menggunakan armada bus yang telah disiapkan.

Baca Juga: Operasi Pemadaman Karhutla di Rohil, Manggala Agni Siapkan Tim Tambahan

Sebanyak 10 unit bus dikerahkan untuk mengangkut para warga binaan menuju lapas baru yang berjarak puluhan kilometer dari pusat Kota Bagansiapiapi. Setiap bus diisi sekitar 50 orang warga binaan dan menda­patkan pengawalan ketat dari aparat keamanan sepanjang perjalanan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyara­katan Riau, Muhammad Lukman, mengatakan bahwa pemindahan warga binaan ini merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah dalam mengatasi persoalan kelebihan kapasitas atau over capacity yang selama ini terjadi di Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi.

Baca Juga: Atasi Over Kapasitas, 990 Warga Binaan Lapas Bagansiapiapi Dipindahkan ke Lapas Baru di Ujung Tanjung

Menurutnya, kondisi over kapasitas telah berlangsung cukup lama dan menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan maupun pelayanan terhadap warga binaan.

“Pemindahan ini dilakukan sebagai solusi terhadap kondisi over kapasitas yang selama ini terjadi. Dengan jumlah penghuni yang terus bertambah, tentu diperlukan fasilitas yang lebih memadai agar proses pembinaan da­pat berjalan lebih optimal,” ujar Muhammad Lukman.

Baca Juga: Karhutla Terjadi di Empat Kecamatan di Rohil, Puluhan Petugas BPBD Berjibaku Padamkan Api Bersama Tim Gabungan

Ia menjelaskan bahwa kapasitas ideal Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi sebenar­nya berada di bawah jumlah penghuni yang ada saat ini. Namun dalam praktiknya, lapas tersebut harus menampung warga binaan melebihi daya tampung yang tersedia.

Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada keterbatasan ruang hunian, tetapi juga berpengaruh terhadap efektivitas berbagai program pembinaan yang diberikan kepada warga binaan.

“Karena itu, keberadaan lapas baru di Ujung Tanjung diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sistem pemasyarakatan di Kabupaten Rohil,” katanya.

Muhammad Lukman mengungkapkan bahwa lapas baru tersebut memiliki kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan lapas lama. Jika sebelumnya kapasitas hunian terbatas, maka fasilitas baru yang dibangun pemerintah mampu menampung hingga sekitar 1.500 warga binaan.

Dengan kapasitas yang lebih luas, pihaknya optimistis berbagai program pembinaan, pelatihan keterampilan, pendidikan, hingga pembinaan kepribadian dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal.

“Kami berharap dengan fasilitas yang lebih baik dan kapasitas yang lebih besar, proses pembinaan terhadap warga binaan bisa berjalan lebih efektif. Tujuan utama pemasyarakatan bukan hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik,” jelasnya.

Selain meningkatkan kenyamanan dan keamanan, lapas baru juga diharapkan mampu mendukung berbagai program reformasi pemasyarakatan yang tengah dijalankan oleh pemerintah pusat. Sarana dan prasarana yang lebih modern menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan sistem pembinaan yang lebih humanis dan produktif.

Proses pemindahan sendiri berlangsung secara bertahap untuk memastikan seluruh warga binaan dapat dipindahkan dengan aman. Petugas melakukan pendataan dan pengecekan secara berkala selama proses berlangsung guna menghindari kesalahan administrasi maupun kendala teknis lainnya. (fad)

Laporan ZULFADLI, Bagansiapiapi 

Editor : Arif Oktafian
#narapidana #pemindahan napi #lapas bagansiapiapi #warga binaan