UJUNG TANJUNG (RIAUPOS.CO) – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dilakukan tim Manggala Agni bersama unsur Satgas Karhutla terus menunjukkan hasil yang menggembirakan.
Hingga Sabtu (6/6) pukul 18.00 WIB, operasi pemadaman yang berlangsung di sejumlah titik kebakaran di wilayah Riau mencatat perkembangan yang sangat signifikan. Hal itu diungkapkan Kepala Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, Sabtu (6/6/2026) malam.
Berdasarkan laporan lapangan, terdapat tiga lokasi utama yang menjadi fokus penanganan, yakni di Tanjung Kapal Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, kemudian Rantau Bais dan Sungai Besar yang berada di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Baca Juga: MotoGP Hungaria 2026: Tidak Terkejar sejak Start, Marc Marquez Juara Sprint Race
"Di ketiga lokasi tersebut, tim gabungan berhasil menekan perkembangan api dan mempercepat proses pendinginan lahan yang sebelumnya terbakar," katanya.
Operasi pemadaman melibatkan personel Manggala Agni dari berbagai daerah operasi. Tim Manggala Agni Daops Dumai dan Daops Pekanbaru bekerja secara terpadu bersama personel Satgas Karhutla, TNI, Polri, BPBD serta unsur terkait lainnya yang terus berjibaku di lapangan untuk mencegah meluasnya kebakaran.
Di wilayah Kepenghuluan Sungai Besar, Kabupaten Rohil, kolaborasi antara Manggala Agni Dumai, Manggala Agni Pekanbaru dan Satgas Karhutla berhasil menunjukkan capaian yang cukup signifikan.
"Berbagai upaya dilakukan mulai dari pemadaman darat, pembuatan sekat bakar hingga pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan asap," kata Ferdian.
Baca Juga: Bantu Sesama, Walubi Riau Berhasil Kumpulan 228 Kantong Darah
Sementara itu, operasi pemadaman di wilayah Rantau Bais juga mendapatkan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui pengerahan satu unit helikopter water bombing. Kehadiran armada udara tersebut dinilai sangat membantu percepatan proses pemadaman, terutama pada area yang sulit dijangkau oleh personel darat.
Diterangkan melalui serangkaian penyiraman udara yang dilakukan secara intensif, titik-titik api yang berada di kawasan lahan gambut dapat segera dikendalikan sehingga mengurangi potensi penyebaran kebakaran ke area yang lebih luas. Dukungan udara dan darat yang terintegrasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi di lapangan.
Ditambahkan Ferdian, meski perkembangan yang dicapai cukup menggembirakan, petugas tetap melakukan pemantauan secara ketat terhadap seluruh lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya titik api baru maupun bara yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
"Tim gabungan juga terus melakukan patroli serta pengecekan berkala guna memastikan kondisi benar-benar aman. Selain itu, masyarakat di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi munculnya titik api," katanya.
Baca Juga: Api Mengamuk di Pasar Atas Bangkinang, Sejumlah Ruko Dilalap si Jago Merah
Dijelaskan lagi dengan sinergi yang kuat antara Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh unsur Satgas Karhutla, upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau diharapkan dapat terus berjalan optimal sehingga dampak kerusakan lingkungan maupun gangguan kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan.(fad)
Editor : Edwar Yaman