Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cegah Korupsi dari Bangku Sekolah, Inspektorat Rohil Tanamkan Nilai Integritas kepada Pelajar

Zulfadhli • Rabu, 15 Juli 2026 | 15:42 WIB
Kepala Inspektorat Rohil H Sarman Syahroni bersama Kadisdikbud HM Nurhidayat dan narasumber, serta peserta usai kegiatan Penanaman Nilai-Nilai Integritas Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Cerdas, Jujur, dan Berkarakter Mulia, di Kecamatan Pekaitan, Rabu (15/7/2026). (Istimewa)
Kepala Inspektorat Rohil H Sarman Syahroni bersama Kadisdikbud HM Nurhidayat dan narasumber, serta peserta usai kegiatan Penanaman Nilai-Nilai Integritas Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Cerdas, Jujur, dan Berkarakter Mulia, di Kecamatan Pekaitan, Rabu (15/7/2026). (Istimewa)

PEKAITAN (RIAUPOS.CO) -- Upaya membangun budaya antikorupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membentuk karakter generasi muda sejak dini. 

Komitmen itulah yang diwujudkan Inspektorat Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui kegiatan sosialisasi bertajuk "Penanaman Nilai-Nilai Integritas Sejak Dini untuk Membentuk Generasi Cerdas, Jujur, dan Berkarakter Mulia" yang digelar di Kecamatan Pekaitan, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan menjadi bagian dari langkah preventif dalam memperkuat pendidikan karakter di lingkungan sekolah, sekaligus menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan etika kepada peserta didik sebagai bekal menghadapi masa depan.

Baca Juga: Wali Kota Pekanbaru Yakin Argentina Melenggang ke Final

Sosialisasi diprakarsai Kepala Inspektorat H Sarman Syahroni ST MIP CCGAE, dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HM Nurhidayat SH MH, penyuluh antikorupsi, pemerintah kecamatan, Kepala SMP Negeri 1 Pekaitan, Kepala SD Negeri 007 Pekaitan, para guru, serta peserta sosialisasi.

Dalam sambutannya, H Sarman Syahroni menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dilakukan melalui penindakan. Menurutnya, upaya pencegahan harus dimulai dari pembentukan karakter sejak usia sekolah agar nilai-nilai integritas tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Menanamkan nilai integritas sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi yang cerdas, jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki karakter mulia. Sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun budaya antikorupsi sejak awal," katanya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Kampar Gerebek PETI di Gunung Sahilan, 2 Pelaku Ditangkap dan 12 Rakit Dimusnahkan

Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan bukan sekadar tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk kepribadian peserta didik. 

Karena itu, para tenaga pendidik diharapkan mampu menjadi teladan dengan menerapkan sikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi transparansi dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.

Menurutnya, ketika nilai-nilai tersebut telah menjadi budaya di sekolah, maka akan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral dan integritas yang kuat.

Baca Juga: DLHK Pekanbaru Tindak 29 Pembuang Sampah Sembarangan, Denda Terkumpul hampir Rp12 Juta

Kepala Disdikbud Rohil HM Nurhidayat, menilai pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Ia mengatakan, integritas harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi bagian dari kepribadian setiap anak. "Integritas merupakan pondasi utama dalam membangun bangsa. Jika sejak sekolah anak-anak telah dibiasakan bersikap jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menolak segala bentuk praktik korupsi di masa mendatang," katanya.

Pada sesi penyampaian materi, penyuluh antikorupsi memberikan pemahaman mengenai pentingnya membiasakan perilaku jujur, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.  Para peserta juga diajak memahami bahwa tindakan sederhana seperti tidak menyontek, berani berkata benar, menjaga amanah, serta menghargai hak orang lain merupakan bentuk nyata penerapan nilai integritas dalam kehidupan sehari-hari.



 

Editor : Rinaldi
bangku sekolah tanamkan nilai integritas Inspektorat Rohil cegah korupsi