BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kalangan nelayan lokal di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengeluhkan maraknya aktivitas illegal fishing serta praktik penangkapan ikan yang diduga tidak sesuai dengan wilayah tangkap.
Kondisi tersebut dinilai memberikan dampak besar terhadap kehidupan nelayan tradisional. Selain hasil tangkapan yang terus menurun, pendapatan nelayan juga mengalami penurunan drastis akibat persaingan penggunaan alat tangkap yang tidak seimbang.
Sejumlah nelayan bahkan mengaku mulai enggan melaut karena hasil yang diperoleh tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Dorong Penegakan Disiplin Anggota Dewan
Menindaklanjuti persoalan tersebut, sejumlah pihak terkait menggelar rapat koordinasi di Kantor PSDKP Wilayah III Bagansiapiapi, Jalan Pelabuhan Baru Ujung, Bagansiapiapi, Senin (3/8).
Pertemuan tersebut dihadiri unsur Polair Polres Rohil, Pos Angkatan Laut (AL), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, PSDKP Wilayah III Bagansiapiapi, anggota DPRD Rohil daerah pemilihan Bangko, serta perwakilan nelayan.
Dalam rapat itu, berbagai persoalan yang selama ini dihadapi nelayan dibahas, terutama terkait pengawasan aktivitas penangkapan ikan dan penertiban penggunaan alat tangkap yang dinilai tidak sesuai aturan.
Baca Juga: Polisi Sita 104 Dokumen dari 3 OPD di Rohil
Anggota DPRD Rohil Herkoni mengatakan, persoalan illegal fishing merupakan masalah lama yang harus segera dicarikan solusi bersama.
Menurutnya, salah satu langkah yang disepakati adalah meningkatkan kegiatan patroli sebagai upaya pencegahan agar aktivitas penangkapan ikan yang merugikan nelayan lokal dapat diminimalisir.
“Kita sudah sepakat akan dilakukan patroli dalam rangka pencegahan. Namun tentu perlu dukungan, terutama kesiapan anggaran seperti kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional patroli,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Kantongi Nama Calon Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Air Hitam Rokan Hilir
Ia menyampaikan, keberadaan nelayan lokal Rohil harus mendapat perhatian karena mereka telah turun-temurun menggantungkan hidup dari laut dengan menggunakan alat tangkap yang sesuai ketentuan.(fad)
Editor : Arif Oktafian