67 Rumah Mulai Direhab, Program BSPS Ditargetkan 500 Rumah di Rohil

Zulfadhli • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Wabup Rohil Jhony Charles pada simbolik dimulainya kegiatan rehab rumah di wilayah pesisir Rohil yakni di Serusa, Bangko, Senin (10/8/2026). (Zulfadhli/Riaupos.co)
Wabup Rohil Jhony Charles pada simbolik dimulainya kegiatan rehab rumah di wilayah pesisir Rohil yakni di Serusa, Bangko, Senin (10/8/2026). (Zulfadhli/Riaupos.co)

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS) - Sebanyak 500 unit rumah warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi sasaran program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pada tahap awal, sebanyak 67 unit rumah mulai dikerjakan. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, khususnya bagi warga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.

Wabup Rohil, Jhony Charles, meninjau langsung salah satu titik penerima manfaat program tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang ikut mendorong terlaksananya program bedah rumah di Rohil terutama dari Anggota DPR RI Fadholi.

Baca Juga: Bendera Merah Putih 81 Meter Diarak Keliling Kampung Tanjung Belit Selatan

"Untuk tahap awal ada 67 rumah yang berjalan, kemudian akan berlanjut hingga sekitar 500 unit rumah di Rohil. Kami berterima kasih kepada Kementerian PKP dan semua pihak yang membantu," ujar Jhony Charles, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, program tersebut akan diupayakan menyebar secara merata ke berbagai wilayah kecamatan di Rohil. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan jemput bola agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan.

"Tadi sudah kita sampaikan, ada enam kecamatan yang menjadi tahap awal. Ke depan akan kita usahakan merata, karena wilayah Rohil cukup luas dan jumlah penduduknya banyak," katanya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Riau Matangkan Persiapan Evaluasi WBBM 

Saat melakukan peninjauan, wabup mengaku prihatin melihat kondisi salah satu rumah warga penerima bantuan yang dihuni oleh satu keluarga dengan jumlah anggota cukup banyak. Ia menggambarkan kondisi rumah yang sangat sederhana, dengan lantai masih tanah, ruang sempit, serta atap yang tidak lagi layak.

Menurut Jhony, rumah dengan ukuran sekitar 4x5 meter tersebut tidak lagi memenuhi standar kelayakan untuk dihuni oleh keluarga besar. Karena itu, bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohil terus berupaya membangun sinergi dengan Kementerian PKP agar masyarakat, khususnya warga miskin ekstrem, mendapatkan perhatian.

"Kita tahu di Rohil masih ada masyarakat miskin ekstrem. Mereka menjadi prioritas kita untuk dibantu," tegasnya.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Siapkan Rp13 Miliar untuk Seragam Gratis 20 Ribu Siswa SD-SMP

Jhony juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang ikut memperjuangkan bertambahnya kuota bantuan BSPS untuk Rohil.

Kepala Seksi Wilayah II Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera III - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Ir Dian Sefriansyah ST MSi menjelaskan  program BSPS bertujuan meningkatkan kualitas rumah masyarakat dari aspek keselamatan, kesehatan, serta kecukupan ruang.

Dalam program tersebut, bantuan diberikan untuk membantu perbaikan rumah dengan nilai stimulan sekitar Rp20 juta. Namun pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil perhitungan teknis agar rumah memenuhi standar layak huni.

Baca Juga: Pemko Pekanbaru Evaluasi Pengelolaan Aset Daerah, BMD di STC Ikut Dibahas

"Yang dilihat bukan hanya struktur bangunan, tetapi juga aspek keselamatan, kesehatan, dan kecukupan ruang. Tim akan menghitung kebutuhan agar rumah yang dibangun benar-benar layak dihuni," jelasnya,

Salah seorang penerima bantuan, A Ghani, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap kondisi keluarganya. Ia mengaku sudah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi atap bocor dan lantai tanah.

"Terima kasih setinggi-tingginya. Rumah kami sejak 2010 kondisinya seperti ini, seng bocor dan lantai masih tanah," katanya. A Ghani mengungkapkan, dengan penghasilan sekitar Rp1,3 juta per bulan, dirinya harus memenuhi kebutuhan keluarga yang terdiri dari anak dua dan dua cucu sehingga tak dapat berbuat banyak untuk mewujudkan rumah yang layak.

Baca Juga: Polisi Selidiki Kebakaran Lahan Gambut Seluas 1 Hektare di Depan Stadion Mahmud Jalal

Dimulainyai pelaksanaan rehab itu ditandai dengan pengecoran pondasi pertama di lokasi yang berada di jalan lintas Kepenghuluan Serusa, Kecamatan Bangko tersebut. (fad)

Editor : M. Erizal
Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Kementerian PKP rohil