Keluarga Pasien Meninggal Keluhkan Keberangkatan ke RS Rujukan Lambat, Ini Penjelasan RSUD Pratomo

Zulfadhli • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 23:32 WIB
Gedung RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi. (Zulfadhli/Riaupos.co).
Gedung RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi. (Zulfadhli/Riaupos.co).

 

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Masyarakat dihebohkan dengan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan keadaan seorang pasien yang terpasang infus, dengan kondisi tak sadarkan diri.

Dari akun medsos Amron Harahap tersebut tertulis narasi antara lain. "Pasien ber-BPJS yang koma ini harus menunggu 18 jam untuk menyelesaikan biaya tambahan yang tidak ditanggung BPJS yaitu biaya dokter pendamping dan biaya tol," tulisnya.

Dikonfirmasi langsung, diketahui ternyata Amron adalah keponakan dari pasien bernama Arajuli, salah seorang warga dari Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan. Ia menerangkan pihak keluarga mengaku kecewa dengan penanganan yang dilakukan pihak RSUD.

 Baca Juga: Asrama Putra Ponpes Syech Burhanuddin Kuntu Kampar Terbakar

Saat pasien sudah sampai di RSUD dr RM Pratomo, dokter yang menangani menganjurkan pasien untuk dirujuk ke RS yang lebih besar agar cepat mendapat penanganan yang lebih intensif.

Diterangkan Amron berdasarkan keterangan istri pasien, Lena, begitu sampai di rumah sakit, oleh dokter diarahkan untuk rujuk ke Pekanbaru pada Kamis (6/8/2026) malam. Kemudian disampaikan perlu menyiapkan biaya tambahan sebesar Rp1,8 juta untuk biaya perawat pendamping dan jalan tol.

"Disebutkan bahwa BPJS hanya menanggung biaya ambulans, sopir dan satu perawat. Sementara RS rujukan meminta tambahan dokter pendamping, sehingga biaya perjalanan dokter pendamping tidak ditanggung BPJS karena itu mesti menyiapkan biaya sebesar Rp1,8juta. Kemudian berubah menjadi Rp1,1juta. Uang tersebut diserahkan ke perawat dalam perjalanan ke Pekanbaru," terangnya. 

Baca Juga: Kukuhkan Ketua RT dan RW di Limapuluh, Wako Agung Nugroho: Turun ke Tengah Masyarakat dan Bantu Warg

Ia menegaskan yang menjadi kekesalan pihak keluarga, karena saat pasien dalam keadaan koma mulai tengah malam (Jumat dini hari), keberadaan ambulans disebutkan tidak ada di tempat.

"Sehingga kami terpaksa tunggu sampai pagi, saat ambulans tiba paginya, perawat menyebutkan bahwa perawat (pendamping) belum ada, kami menunggu lagi sampai Jumat sore, baru perawat tiba dan berangkat," katanya. 

Akibatnya baru sampai di RS rujukan di Pekanbaru pada tengah malam. Pihak RS kemudian melakukan penanganan, dan lebih kurang enam jam kemudian pasien akhirnya meninggal dunia.

Terpisah, Dirut RSUD dr RM Pratomo Bagansiapiapi, dr Tri Buana T Dewi dimintai tanggapanya terkait kejadian ini menyebutkan setiap pasien yang sakit pada dasarnya tetap dilayani.

"Tak ada BPJS pun kami tetap layani," katanya, ditemui usai rapat bersama Komisi D DPRD Rohil di Batu Enam, Bagansiapiapi, Senin (10/8/2026) sore.

Baca Juga: RDP Komisi D, Libatkan Lintas Sektor Terkait BPJS Kesehatan yang Jadi Sorotan

Begitu juga, terangnya, jika BPJS dalam kondisi tak aktif tetap diberikan penanganan. Tapi, tambahnya, pihak pasien juga mesti melengkapi persyaratan jika diperlukan seperti surat keterangan miskin dan lain-lain. 

"Jadi ada prosedurnya," katanya.

Dikaitkan secara khusus dengan adanya kejadian pasien yang meninggal disebabkan dugaan menunggu proses rujukan yang lama, ia menyebutkan untuk proses rujukan tidak bisa langsung begitu saja.

"Tak bisa secepatnya, kami harus menunggu jawaban dari rumah sakit yang mau dirujuk. Tak bisa langsung mau rujuk, langsung bisa," katanya.

Menurutnya pihak RSUD mesti mendapatkan konfirmasi terlebih dahulu dari pihak rumah sakit rujukan. Melengkapi semua berkas yang diperlukan.

 Baca Juga: Hari Ketujuh Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kampar Ditutup, BPBD Tetap Lakukan Pemantauan

"Jadi kami menunggu rumah sakit mana yang menerima, tak bisa mau rujuk langsung. Harus konfirmasi, itulah yang sering terjadi miss antara rumah sakit dengan pihak pasien yang menganggap kami bertele-tele. Padahal bukan itu, kami tetap menunggu konfirmasi. Jangan sampai begitu tiba di sana tak diterima, tak ada ruang dan akibatnya telantar, kami juga nanti disalahkan," katanya.

Terpisah, ketika dikonfirmasi lagi, soal keterlambatan ambulans yang disebut pihak keluarga pasien membuat keberangkatan pasien tertahan ber-jam-jam, Tri Buana tak memberikan tanggapan ketika ditanyakan ke nomor selulernya.(fad)

Editor : Edwar Yaman
pasien bpjs meninggal di rohil rujukan pasien lambat keluarg pasien meninggal di rohil rsud pratomo bagansiapiapi rujukan lambat pasien bpjs meninggal