BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kelurahan Bagan Barat saat ini menjadi salah satu wilayah dengan angka kasus DBD dan malaria tertinggi di Kecamatan Bangko, Rokan Hilir (Rohil).
Untuk kasus DBD, pada tahun 2025 Kelurahan Bagan Barat mencatat sebanyak 19 kasus. Jumlah yang sama juga terdapat di wilayah Kelurahan Bagan Hulu dan Bagan Jawa.
Namun pada tahun 2026, untuk periode Januari hingga Agustus saja, kasus DBD di Bagan Barat mengalami peningkatan signifikan dengan jumlah mencapai 75 kasus. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Kecamatan Bangko.
Baca Juga: APBD Pelalawan 2027 Diproyeksikan Rp1,3 Triliun, Turun dari Rp1,6 Triliun
"Disusul Bagan Hulu sebanyak 45 kasus dan Bagan Jawa sebanyak 28 kasus. Secara keseluruhan, dari delapan kepenghuluan dan kelurahan di Kecamatan Bangko, jumlah kasus DBD saat ini mencapai 216 kasus," jelas Romy.
Selain DBD, kasus malaria juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Puskesmas Bagansiapiapi, pada tahun 2025 kasus malaria di Bagan Barat mencapai 104 kasus, tertinggi dibanding wilayah lainnya. Sementara Bagan Jawa Pesisir tercatat 18 kasus dan Bagan Jawa sebanyak 11 kasus, dengan total keseluruhan Kecamatan Bangko mencapai 189 kasus.
Sedangkan pada periode Januari hingga Agustus 2026, kasus malaria di Bagan Barat meningkat menjadi 180 kasus. Kemudian Bagan Hulu sebanyak 27 kasus dan Bagan Jawa Pesisir sebanyak 24 kasus. Total kasus malaria di Kecamatan Bangko mencapai 300 kasus.
Baca Juga: Harga Dexlite Naik, Antrean Kendaraan Jalur Biosolar Mengular di Sejumlah SPBU di Pelalawan
Menurut Romy, tingginya angka tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melakukan upaya pencegahan sejak dini.
Ia menegaskan, masyarakat perlu mengenali kondisi yang memiliki potensi kerawanan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
"Salah satu langkah utama adalah menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih akan mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD maupun malaria," kata Romy, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Naik Lagi, Hari Ini 64 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau
Romy juga mengingatkan kembali kebiasaan masyarakat dahulu yang rutin melakukan gotong royong membersihkan lingkungan merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar dalam mencegah penyebaran penyakit.
Menurutnya, budaya gotong royong perlu kembali diperkuat karena selain menciptakan lingkungan yang sehat, juga mampu meningkatkan kepedulian antarwarga.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, ia menyampaikan beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat, di antaranya menggunakan obat anti nyamuk, rutin memeriksa tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, menguras bak penampungan air secara berkala.
Baca Juga: BRK Syariah Bengkalis Perkuat Sinergi dengan Kejari di Harlah Kejaksaan ke-81
Menyimpan pakaian bekas dalam tempat tertutup, memanfaatkan barang bekas untuk didaur ulang, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, hingga menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih. Fogging bukanlah solusi utama yang efektif untuk pencegahan dan pengendalian DBD maupun malaria," kata Romy.
Sebelumnya Kelurahan Bagan Barat gelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami bahaya serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memutus penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
Baca Juga: 40 Tahun Berlalu, Muzamil Kembali ke Lapangan Kartika, Kali Ini Buka HSBL Selatpanjang Series
Kegiatan sosialisasi dan edukasi tersebut digelar di Kelurahan Bagan Barat dengan menghadirkan pihak Puskesmas Bagansiapiapi sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Lurah Bagan Barat Siti Zuhra SSTP, pihak Kecamatan Bangko serta masyarakat setempat.
Lurah Bagan Barat Siti Zuhra SSTP menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pencegahan DBD dan malaria.
"Diharapkan informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan diteruskan kepada masyarakat, sehingga kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat," katanya. (fad)
Editor : M. Erizal