Sempat Berstatus Tidak Sehat, Kualitas Udara Rohil Kembali Membaik 

Zulfadhli • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 17:52 WIB
Kepala DLH Rohil Suwandi SSos. (Dok Riaupos.co)
Kepala DLH Rohil Suwandi SSos. (Dok Riaupos.co)

BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) -- Kualitas udara di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), khususnya wilayah Bagansiapiapi, Kecamatan Bangko, kembali membaik setelah sempat berada pada kategori tidak sehat selama beberapa hari terakhir.

Berdasarkan pantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambien Otomatis (AQMS) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil, kondisi udara pada Kamis (10/9/2026) pagi hingga siang berada pada kategori baik.

Membaiknya kualitas udara tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang mengguyur hampir seluruh wilayah Rohil pada Rabu (9/9/2026) malam. Hujan dinilai membantu menurunkan konsentrasi partikel di udara, terutama partikel debu dan asap.

Baca Juga: Perbasi Apresiasi Riau Pos- HSBL 2026 Pekanbaru Series, Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda

Kepala DLH Rohil Suwandi mengatakan, kualitas udara di sekitar Kecamatan Bangko sebelumnya sempat mengalami penurunan sejak Senin (7/9/26) hingga Rabu kemarin. Saat itu, hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 berada pada kategori tidak sehat. Kondisi serupa juga terjadi pada parameter PM10.

"Memang belakangan ini kondisi udara di sekitar Kecamatan Bangko sejak Senin hingga Rabu kemarin, khususnya untuk partikel udara PM2,5, kondisinya kurang sehat atau tidak sehat. Termasuk partikel udara PM10 juga kurang sehat," kata Suwandi, Kamis (10/9/2026).

Namun kondisi tersebut berangsur membaik setelah hujan turun. Suwandi menyebut, hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Rohil turut membantu membersihkan partikel asap dan debu yang sebelumnya berada di udara.

Baca Juga: PPPK Inhil Wajib Disiplin, Mangkir Kerja Bisa Berujung Pemutusan Hubungan Kerja

"Alhamdulillah, turun hujan hampir seluruh wilayah kabupaten. Saya lihat hari ini kondisi cuaca dan udara sudah mulai membaik," ujarnya.

Suwandi menjelaskan, penurunan kualitas udara beberapa hari sebelumnya diduga dipengaruhi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski titik api di wilayah Rohil saat ini relatif minim, DLH tetap melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memantau perkembangan kondisi udara dan kemungkinan datangnya asap dari daerah lain.

Baca Juga: Polbeng Matangkan Venue hingga Akomodasi Peserta KKI Di Bengkalis 

"Pemicu kualitas udara tidak sehat itu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kemarin kami koordinasi bersama BPBD, mereka menyebutkan titik api sudah minim bahkan tidak ada. Kemungkinan ini kiriman dari daerah yang saat ini masih dilanda karhutla," jelasnya.

DLH Rohil lanjut Suwandi, akan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui AQMS. Masyarakat juga diimbau tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara kembali menurun. 

 

Editor : Rinaldi
kualitas udara membaik kabupaten rohil turun hujan