BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Kualitas udara di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), masih berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut terlihat dari hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Stasiun Kabupaten Rohil, Bangko Kota, pada Kamis (8/10/2026).
Data pemantauan menunjukkan PM2.5 menjadi komponen kritis yang memengaruhi kualitas udara sepanjang pengukuran. Hingga pukul 14.00 WIB, konsentrasi ISPU PM2.5 tercatat berada pada kisaran 159 hingga 174.
Nilai tertinggi tercatat pada pukul 10.00 dan 11.00 WIB, masing-masing mencapai 174. Angka tersebut masuk dalam rentang ISPU 101-200, yang berdasarkan skala dalam dokumen pemantauan dikategorikan sebagai tidak sehat.
Baca Juga: Tiga Tahun Berturut-turut Penduduk Miskin Rohil Bertambah, Kini Capai 55 Ribu Jiwa Lebih
Sementara pada tengah malam, nilai PM2.5 sudah berada di angka 164. Kemudian berangsur turun hingga 159 pada pukul 04.00 dan 05.00 WIB, sebelum kembali meningkat pada pagi hingga menjelang siang.
Pada pukul 08.00 WIB, PM2.5 tercatat 168, kemudian naik menjadi 172 pada pukul 09.00 WIB. Angka tersebut kembali mencapai 174 pada pukul 10.00 dan 11.00 WIB.
"Setelah itu, nilai PM2.5 sedikit menurun menjadi 173 pada pukul 12.00 WIB, 171 pada pukul 13.00 dan 14.00 WIB. Meski mengalami penurunan, angkanya masih berada dalam kategori tidak sehat," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil Suwandi SSos, Kamis (8/10/2026) di Bagansiapiapi.
Baca Juga: Karpet Sintetis dan Pipa Terbakar di Teras Lantai 6 Kejati Riau
Ia mengatakan kondisi kualitas udara tersebut perlu menjadi perhatian, terutama karena komponen yang paling dominan adalah PM2.5.
Selain PM2.5, hasil pemantauan juga mencatat parameter PM10 berada pada kisaran 83-89, yang masih berada pada kategori sedang. Sementara sulfur dioksida (SO2) tercatat 26-28, karbon monoksida (CO) 12-13, nitrogen dioksida (NO2) 56-57 dan hidrokarbon (HC) 1-2.
Dalam tabel pemantauan, terangnya PM2.5 ditetapkan sebagai critical component pada seluruh jam pengukuran yang tercatat.
Baca Juga: Asap Makin Tebal, Ruang Terbuka Hijau dan Taman Kota di Pekanbaru Kembali Ditutup
Suwandi mengimbau masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara, khususnya kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara. Aktivitas di luar ruangan juga perlu disesuaikan dengan kondisi udara dan perkembangan kualitas udara terbaru.
Data tersebut tambahnya merupakan hasil pemantauan Stasiun Kabupaten Rohil, Bangko Kota, Kamis 8 Oktober 2026. Pengukuran pada dokumen yang diterima tercatat mulai pukul 00.00 hingga 14.00 WIB. (fad)
Editor : M. Erizal