PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Ribuan jemaah Tarekat Naqsabandiyah dan masyarakat dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau, Rabu (24/7/2024), menghadiri Haul Syekh Aidarus Abdul Ghany ke-36 bertempat di Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Setiap tahunnya, peringatan wafatnya Syekh Aidarus Abdul Ghany menjadi magnet bagi jemaah yang datang ke Ponpes Darussalam Saran Kabun. Tampak hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPR RI Komisi VIII Dr H Achmad MSi, Anggota DPRD Riau Dapil Rohul Kelmi Amri SH, H Adam Syafaat MA.
Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Asparaini hingga sejumlah pengurus Pondok Pesantren yang ada di wilayah Riau, serta para Alumni Ponpes Darussalam Saran Kabun serta penceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) yang menambah semaraknya Haul Syekh Aidarus Abdul Ghani ke 36 tahun ini.
Dalam sambutannya, Pimpinan Ponpes Darussalam Kabun Buya Alaiddin Aidarus Ghany yang merupakan putra pertama Syekh Aidarus Abdul Ghany bercerita banyak sejarah perjuangan Syekh dalam menuntut ilmu hingga berdirinya sebuah lembaga pendidikan agama Pondok Pesantren Darussalam.
"Sejarah panjang Syekh Aidarus Abdul Ghany telah menjadi bukti pentingnya ilmu agama untuk membentengi generasi muda. Banyak wilayah yang telah dijelajahi mencari guru dan menimba ilmu agama, hingga mengembangkan syiar agama Islam yang masih terjaga sampai kini," ujar Eks Ketua MUI Rohul itu.
Syekh Aidarus Abdul Ghany lanjutnya, ikut andil berkembangnya ilmu tareqat naqsyabandiyah di wilayah Riau. Tareqat Naqsyabandiyah yang dikembangkan memiliki sanad hingga ke Rasulullah Muhammad SAW.
Sementara itu, dalam ceramah agama yang disampaikan UAS, banyak mengulas pelajaran yang dapat diambil dari Haul Syekh Aidarus Abdul Ghany. Di mana Syekh Aidarus Abdul Ghany merupakan keturunan dari Syekh Abdul Ghani El Khalidi sosok ulama besar yang merupakan generasi pejuang bukan generasi penikmat.
Syekh Aidarus Abdul Ghany, lanjut UAS, rela menimba ilmu jauh dari keluarga, dan kembali mengembangkan ilmunya yang dapat dirasakan sampai hari ini.
"Kalau dulu Syekh Aidarus Abdul Ghany mencari guru, menimba ilmu jauh dari keluarga dan waktu nya hingga 11 tahun. Beliau merupakan generasi pejuang bukan penikmat. Perjuangan Syekh harus ditiru bagaimana anak-anak kita yang sudah masuk ke pesantren lebih giat lagi menimba ilmu," pesan UAS.
Laporan: Engki Prima Putra (Pasirpangaraian)
Editor : RP Edwir Sulaiman