Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ibu dan Tiga Anak Meninggal karena Terbakar, Tim Labfor Polda Riau Selidiki Penyebab Kebakaran di Rohul

Engki Prima Putra • Senin, 19 Agustus 2024 | 13:40 WIB
Personel Tim Labfor Polda Riau telah turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP).
Personel Tim Labfor Polda Riau telah turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP).

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rohul, saat ini masih menunggu keluarnya hasil autopsi dari Biddokes Polda Riau terhadap empat jenazah yang menjadi korban dari musibah terbakarnya tiga rumah petak di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Keempat korban yang ikut terbakar dalam musibah kebakaran rumah tersebut, merupakan satu keluarga yang merupakan ibu dan tiga anaknya dan diketahui penghuni dari salah satu rumah yang terbakar. Keempat korban adalah Berliana Br Siahaan (orang tua perempuan), Tiara Damayanti Purba (anak pertama dan masih Mahasiswi), Christian Edwar Purba (anak ketiga dan masih pelajar) dan Asyer Eliazard Purba (anak keempat).

Pelaksanaan autopsi terhadap empat jenazah tersebut, atas permintaan dari keluarga korban, Sabtu (17/8/2024) siang, usai peristiwa kebakaran. Para korban dievakuasi oleh penyidik Satreskrim Polres Rohul dan Polsek Bonai Darussalam langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Dr Raja Kosmos Parmulais SH MH saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (19/8/2024) membenarkan keempat jenazah yang ditemukan paska terbakarnya 3 unit rumah petak di Desa Sontang Kecamatan Bonai Darussalam telah selesai dilakukan autopsi oleh Tim dokter Forensik Biddokes Polda Rohul.

Hasil autopsi terhadap jenazah, tujuannya untuk memastikan apa penyebabdari korban meninggal dunia. ''Untuk autopsi terhadap ke 4 jenazah yang ditemukan, secara resmi hasilnya belum keluar dari Biddokes Polda Riau. Tapi secara lansung dari Dokter Forensik mengatakan, keempat mayat meninggal, karena terbakar. Usai autopsi, keeempat jenazah lansung dibawa oleh pihak keluarga ke Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat untuk disemayamkan disana,'' ujarnya.

Apakah dari proses penyelidikan kepolisia, ada ditemukan kejanggalan atas meninggalnya satu keluarga yang terbakar, AKP Raja menyatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan terhadap penyebab 4 korban meninggal dunia dan terbakarnya 3 unit rumah petak yang dihuni korban.

''Pada saat kejadian, suami korban tidak berada di tempat, infonya sedang di Pekanbaru. Kami belum ambil kesaksian kepada yang bersangkutan, karena masih dalam kondisi duka dan penyelengaraan pemakaman,'' terangnya.

Disinggung penyebab terbakarnya 3 unit rumah petak diduga adanya korsleting arus listrik yang bersumber dari mesin PLTD, Raja Kosmos menyatakan, untuk mengetahui penyebab kebakaran, Ahad (18/8/2024), Tim Labfor Polda Riau telah turun ke tempat kejadian peristiwa (TKP).

Selain melakukan olah TKP dilapangan, lanjut Raja, Tim Labfor Polda Riau telah mengambil sampel untuk mengetahui penyebab kebakaran. ''Kami masih menunggu hasilnya keluar. Untuk mengetahui penyebab terbakarnya 3 unit rumah petak di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam,'' tegasnya.

Sebelumnya, 3 unit rumah petak di perumahan Rayon A PT Gerbang Sawit Indah (GSI) Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam terbakar, Sabtu (17/8/2024) pukul 04.00 WIB. Dari musibah kebakaran itu, diketahui 4 (empat) penghuni rumah meninggal dunia dengan tubuh hangus terbakar.

Terbakarnya rumah petak tersebut, pertama kali diketahui saksi bernama Rinto Tumbur Halomoan Pardede. Melihat adanya asap tebal di atas rumah yang di tempati korban atas nama Berliana Siahaan bersama keluarganya.

Lalu saksi mata bersama keluarga, keluar rumah dengan memanggil warga lainnya dan langsung mendekati rumah korban sambil berteriak memanggil-manggil, tapi tidak ada jawaban korban. Kemudian warga berusaha mendobrak pintu depan dan pintu belakang rumah korban, dengan kondisi kobaran api yang melalap bangunan rumah semi permanen sudah mulai membesar.

Warga langsung mematikan genset PLTD, sambil memanggil tetangga lainnya untuk membantu memadamkan api. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB, dengan menggunakan peralatan manual seperti ember dan 1 unit mesin pompa air merek Robin.

Saat api berhasil dipadamkan, warga yang bermukim di perumahan langsung melihat dan memastikan keberadaan penghuni rumah, akhirnya ditemukan empat penghuni rumah telah hangus terbakar di ruangan tengah dan kamar depan. (epp)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : M. Erizal
#satu keluarga terbakar #rohul #polres rohul #kebakaran #polda riau