Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim PKM UPP Perkenalkan Teknik Penyalaian Ikan Menggunakan Asap Cair di Kepenuhan Timur

Engki Prima Putra • Selasa, 17 September 2024 | 20:21 WIB

Tim PKM dan Mahasiswa UPP foto bersama dengan masyarakat, usai mengenalkan teknik penyalaian ikan menggunakan asap cair di Dusun Pasir Pandak, Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Senin (16/9)
Tim PKM dan Mahasiswa UPP foto bersama dengan masyarakat, usai mengenalkan teknik penyalaian ikan menggunakan asap cair di Dusun Pasir Pandak, Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan, Senin (16/9)
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Dalam upaya meningkatkan kualitas pengolahan ikan dan mendukung keberlanjutan lingkungan, sejumlah dosen dari Universitas Pasir Pengaraian (UPP) melaksanakan program pengabdian masyarakat yang inovatif.

Tim mengenal program teknik penyalaian ikan menggunakan pirolisis asap cair kepada para pelaku usaha ikan salai di Dusun Pasir Pandak, Desa Kepenuhan Timur Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (16/9/2024).

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang hadir terdiri dari Rindi Genesa Hatika MSc selaku ketua serta Luth Fimawahib MKom dan Yulfita Aini MM selaku anggota. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari program studi (Prodi) Teknik Informatika (TI), Manajemen dan Pendidikan Fisika UPP.

Ketua Tim PKM Universitas Pasir Pengaraian Rindi Genesa Hatika MSc kepada Riaupos.co, Selasa (17/9/2024) menjelaskan, teknik penyalaian ikan dengan pirolisis asap cair merupakan metode modern yang menggabungkan prinsip-prinsip teknologi ramah lingkungan dan efisiensi tinggi.

Proses ini katanya, melibatkan penggunaan asap cair yang dihasilkan dari pirolisis biomassa sebagai bahan pengawet dan penambah cita rasa pada ikan. Pirolisis itu sendiri, merupakan proses termokimia yang memecah bahan organik dengan cara pemanasan tanpa oksigen.

Hasil dari pirolisis ini termasuk asap cair, yang kaya akan senyawa fenolik dan senyawa organik lainnya. Dalam konteks penyalaian ikan, asap cair ini digunakan sebagai agen pengawet yang juga memberikan aroma khas yang meningkatkan nilai jual produk ikan.

Rindi Genesa mengatakan program pengabdian masyarakat ini melibatkan pelatihan praktis bagi para pelaku usaha ikan di Dusun Pasir Pandak, Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan dengan 3 cakupan.

Satu, Pengenalan Teknologi Pirolisis. Peserta dilatih mengenai proses pirolisis dan bagaimana mengaplikasikan asap cair untuk penyalaian ikan. Materi ini mencakup teori dasar, perangkat yang diperlukan, dan prosedur operasional.

Dua, Demonstrasi Praktis. Dosen memberikan demonstrasi langsung tentang cara memproduksi dan menggunakan asap cair dalam penyalaian ikan. Ini termasuk cara pengolahan biomassa menjadi asap cair serta teknik aplikasi pada ikan.

Tiga, Manfaat Lingkungan dan Ekonomi. Para peserta diberikan informasi mengenai manfaat lingkungan dari penggunaan teknologi ini, termasuk pengurangan limbah dan emisi, serta manfaat ekonomi seperti peningkatan kualitas produk dan daya saing di pasar.

"Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi komunitas lokal. Dengan mengadopsi teknik penyalaian ikan menggunakan pirolisis asap cair, para pelaku usaha tidak hanya dapat meningkatkan kualitas produk ikan mereka tetapi juga berkontribusi pada pelestarian lingkungan," katanya.

Selain dapat meningkatan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan, lanjut Rindi Ganesa, juga akan membuka peluang baru bagi pengembangan usaha dan ekonomi lokal di Desa Kepenuhan Timur, Kecamatan Kepenuhan.

"Melalui teknologi Pirolisis Asap Cair, masyarakat bisa mengelola ikan salai lebih higienes dan memudahkan masyarakat dalam mengembangkan produksi usahanya. Di samping teknologi ini dapat mempercepat waktu penyalaian. Yang biasanya masyarakat menyalai ikan selama lebih kurang 12 jam, dengan adanya teknologi ini sekitar 1-2 Jam paling lama," sebutnya.

Ditambahkan Rindi Genesa, program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Pasir Pengaraian untuk mendukung pengembangan teknologi berkelanjutan dan memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat. PKM ini merupakan hibah dari Direktorat Riset Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek tahun pendanaan 2024.(ifr)

 

Editor : RP Rinaldi
#ikan salai #Asap cair #pengabdian masyarakat