PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) melalui Dinas PUPR akan segera menyiapkan Jembatan Bailey sebagai solusi darurat, pascatergerusnya Jembatan Horas akibat dihantam derasnya luapan air Sungai Rokan di Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, Jumat (28/2/2025) pagi.
Yang berdampak terputusnya jalur penghubung Kota Lama menuju desa lainnya di Kecamatan Kunto Darussalam yang juga merupakan akses jalur alternatif Pasirpengaraian menuju Ujung Batu maupun sebaliknya.
Khususnya, bagi kendaraan roda 4 dan roda enam bermuatan dari arah Pekanbaru tidak bisa melewati jalur Simpang Ngaso-Kota Lama Simpang Tiga Kubu Padang- Jalan Poros PT Ekadura Indonesia-Jalan poros PT SAI Km 6 Ujung Batu menuju Pasirpengaraian.
Sebab, Pemkab dan Polres Rohul melarang bagi kendaraan roda 4 dan 6 bermuatan melintasi Jembatan Sei Rokan yang berada di ruas jalan provinsi Tandun-Pasirpengaraian di Desa Suka Damai Kecamatan Ujung Batu, terhitung sejak pilar jembatan mengalami kerusakan dan kemiringan dihantam derasnya arus Sungai Rokan pada 25 November 2024 lalu.
Plt Kadis PUPR Rohul H Zulfikri ST saat dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (2/3/2025) menyebutkan, pascatergerusnya Jembatan Horas di Kelurahan Kota Lama akibat derasnya luapan air Sungai Rokan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP Riau untuk rencana pemasangan Jembatan Bailey, menjelang dibangunnya box culvert di Jembatan Horas yang anggarannya akan dialokasikan melalui RAPBD Perubahan Rohul Tahun Anggaran 2025.
''Pak Bupati Rohul Anton pada Sabtu (1/3/2025), telah bersurat kepada Gubernur Riau Cq Kadis PUPRPKP Riau untuk peminjaman Jembatan Bailey yang akan dipasang sementara pengganti Jembatan Horas yang telah tergerus air Sungai Rokan. Sehingga dengan terpasang Jembatan Bailey, maka akses jalur alternatif dari Pasirpengaraian-Ujung Batu maupun sebaliknya bisa dilewati kembali khusus kendaraan roda 4, roda 6 bermuatan, tanpa harus dialihkan via Pujud Rokan Hilir,'' jelasnya.
Disinggung kapan dilakukan pemasangan Jembatan Bailey di titik tergerusnya Jembatan Horas di Kelurahan Kota Lama, Zulfikri mengatakan pemerintah daerah mengusulkan permohonan pemimjaman Jembatan Bailey dengan panjang 7 meter dan 5 meter.
''Kami masih menunggu dan terus lakukan koordinasi dengan Kadis PUPRPKP Riau, terkait pemimjaman Jembatan Bailey. Dengan harapan satu atau dua hari ke depan sudah mulai dimanfaatkan Jembatan Bailey di titik Jembatan Horas yang tergerus air Sungai Rokan Itu. Sebab, alat berat Dinas PUPR Rohul sudah berada di lapangan,'' katanya.
Zulfikri menyebutkan, tergerusnya Jembatan Horas pada Jumat (28/2/2025), karena lintasan air Sungai Rokan. Sebab box culvert yang ada sekarang daya tampungnya kecil, sehingga tak kuat menahan derasnya arus sungai.
''Pak Bupati Anton telah memerintahkan Dinas PUPR Rohul, untuk mengusulkan alokasi anggaran pembangunan box culvert di kiri dan kanan jembatan pada RAPBD Perubahan Tahun 2025, guna memperlancar lintasan aliran air Sungai Rokan di Jembatan Horas itu,'' sebutnya.
Sekretaris Dinas PUPR Rohul itu menyebutkan, dari informasi yang diterima dari Pemerintah Kecamatan Kunto Darussalam, pada titik Jembatan Horas yang tergerus air Sungai Rokan itu akan ditangani sementara dengan cara ditimbun menggunakan batu gunung bekerja sama dengan pihak koperasi dan material tanah timbun akan disiapkan oleh pihak perusahaan.
''Kami menyambut baik langkah darurat yang dilakukan Pak Camat Kunto Darussalam yang telah berkoordinasi dengan pihak koperasi dan perusahaan yang telah memesan batu gunung. Setelah air surut, akan ditimbun di titik Jembatan Horas yang tergerus air Sungai Rokan. Dikuatirkan batu gunung yang ditimbun tanah, akan cepat tergerus jika kembali hujan deras dan debit air sungai meluap,'' tuturnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman