PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Sejumlah titik ruas jalan provinsi dan ratusan rumah penduduk di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Bonai Darussalam, Ahad (2/3/2025) petang terendam banjir kiriman dari luapan air Sungai Batang Lubuh dan Sungai Rokan.
Banjir dengan ketinggian 50 cm hingga 1 meter mengakibatkan akses jalan provinsi Simpang Kumu-Kota Tengah-Sontang batas Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Tepatnya di Desa Sontang lumpuh total. Tak hanya ruas jalan provinsi, rumah penduduk dan fasilitas umum yang terendam, banjir juga merendam perkarangan Mapolsek Bonai Darussalam.
Terpantau Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Romi Yendri SH MH bersama personel, Ahad (2/3/2025) petang, turun langsung melakukan patroli dan monitoring di wilayah terdampak banjir. Sebagai antisipasi naiknya debit air sungai yang merendam ruas jalan provinsi dan ratusan rumah penduduk di Desa Sontang dan Desa Kasang Mungkal sekaligus memastikan keselamatan warga.
Kapolres Rohul AKBP Budi Setiyono SIK MH melalui Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Romi Yendri SH MH kepada wartawan, Ahad (2/3/2025) menyebutkan, dari hasil pemantauan di lapangan, diketahui sejumlah desa yang mengalami genangan cukup tinggi, terutama di Desa Sontang dan Desa Kasang Mungkal.
Berdasarkan hasil patroli, lanjutnya, sebanyak 663 rumah dan 20 fasilitas umum terdampak banjir di Desa Sontang dan Kasang Mungkal Kecamatan Bonai Darussalam dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
''Desa Sontang menjadi wilayah dengan dampak terbesar, di mana ketinggian air di beberapa titik mencapai 50 cm hingga 1 meter, mengakibatkan akses jalan lumpuh total. Terutama ruas jalan provinsi Simpang Kumu-Kepenuhan-Sontang batas Duri di Km 267/268 dan Km 248/249, serta beberapa ruas jalan lainnya tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Akses menuju Desa Sontang hanya bisa ditempuh menggunakan perahu,'' tegasnya.
Iptu Romi menjelaskan, penyebab banjir selain faktor tingginya curah hujan yang terjadi, juga penyempitan serta pendangkalan Sungai Rokan. Ditambah dengan adanya tanggul-tanggul perusahaan sawit di sekitar wilayah aliran air yang menghambat alirannya ke hilir.
Sebagai bentuk tanggap darurat, Kapolsek bersama Forkopimcam telah melakukan berbagai upaya, antara lain melaksanakan patroli dan pendataan terhadap lokasi terdampak. Mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Dengan melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di jalur yang terdampak banjir. Polsek Bonai Darussalam berkoordinasi dengan BPBD Rohul guna menyiapkan perahu dan posko banjir sebagai langkah evakuasi bila dibutuhkan warga.
''Kami mengingatkan masyarakat yang berada di daerah rawan banjir agar tetap waspada dan selalu berhati-hati. Dengan tetap menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta tidak memaksakan melintasi jalan yang tergenang air tinggi," tegasnya.
Kapolsek mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kondisi darurat kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat dilakukan langkah cepat dalam penanganan bencana alam banjir yang terjadi.
''Bagi masyarakat yang berada di daerah dengan risiko tinggi banjir, disarankan untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman atau di tenda pengungsian. Situasi di lokasi banjir masih dalam kondisi aman dan terkendali. Kepolisian bersama pihak terkait masih terus melakukan pemantauan serta memberikan bantuan yang diperlukan. Semoga keadaan segera membaik dan banjir segera surut,'' harapnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman