PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) --Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Rokan Hulu, pada Ahad (16/3/2025) malam hingga Senin (17/3/2025) pukul 03.00 WIB, mengakibatkan sejumlah titik ruas jalan provinsi di Dusun Kumu, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir terendam banjir sepanjang lebih kurang 100 meter dengan ketinggian air, 20-50 sentimeter
Banjir yang berasal dari luapan air anak Sungai Batang Kayu ini, persisnya tidak jauh lokasi dari Jembatan Simpang Kumu. Tak hanya ruas jalan provinsi, puluhan rumah penduduk ikut terendam banjir dengan ketinggian air lebih kurang selutut orang dewasa.
Informasi yang dirangkum Riaupos.co, Senin (17/3/2025), kondisi arus lalu lintas pada pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB, sempat terjadi antrean kendaraan bermotor di ruas jalan provinsi Simpang Kumu, Desa Rambah.
Pasalnya, kendaraan yang bisa melintas sejak dini hari hingga pukul 08.30 WIB, hanya roda empat, roda enam atau lebih. Sementara kendaraan roda dua tidak bisa melintas genangan banjir, karena air sungai Batang Kayu itu cukup deras melewati diatas jalan aspal di Dusun Kumu Desa Rambah.
Terpantau Bhabinkamtibmas Desa Rambah bersama masyarakat sejak pagi mengatur arus lalu lintas di ruas jalan provinsi Simpang Kumu-menuju Dalu-Dalu Batas Sumut atai Simpang Kumu menuju Kota Tengah atau arah sebaliknya dengan kondisi cuaca hujan gerimis.
Namun sekitar pukul 09.00 WIB, sejumlah personel Satlantas Polres Rohul turun kelokasi mengatur langsung arus lalintas lintas di ruas jalan provinsi simpang kumu yang rawan terjadi banjir, ketika intensitas curah hujan yang terjadi cukup tinggi.
Salah seorang warga Dusun Kumu Desa Rambah Aldi saat diwawancara Riaupos, Senin (17/3/2025) menyebutkan, banjir yang menggenangi ruas jalan provinsi Simpang Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir tidak berlangsung lama, hanya singgah lalu. Disebabkan tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (16/3/2025) malam.
Diakuinya, genangan air yang merendam ruas jalan provinsi dan puluhan rumah penduduk di Desa Rambah terjadi Senin (17/3/2025) sekitar pukul 03.00 WIB hingga pukul 08.30 WIB. Warga tempatan sempat memandu pengendara roda empat saat melintasi genangan banjir.
Sementara kendaraan roda dua baru bisa melintasi ruas jalan provinsi simpang kumu sekitar pukul 09.00 WIB, disaat debit air sudah berangsur surut dibadan jalan yang terendam sepanjang 100 meter. Diakuinya, polisi dan BPBD Rohul turun ke lokasi banjir dengan menurunkan satu unit perahu karet untuk membantu evakuasi warga yang ingin menyeberangi jalan yang terendam banjir.
"Ada sekitar 50 rumah yang terendam banjir di Dusun Kumu, Desa Rambah, sejak Senin (17/3/2025) dini hari pukul 03.00 hingga 09.30 WIB, air sudah jauh surutnya. Termasuk rumah saya ikut terdampak dari luapan anak Sungai Batang Kayu. Sejauh ini belum ada turun bantuan dari pemerintah daerah saat warga menghadapi kondisi banjir," sebutnya.
Sementara itu, personel Satlantas Polres Rohul Aipda Thermes disela-sela mengatur arus lalulintas kepada Riaupos.co, Senin (17/3/2025) menyebutkan, banjir yang merendam ruas jalan provinsi simpang kumu, Kecamatan Rambah Hilir hingga pukul 09.00 WIB sudah berangsur surut.
Arus lalu lintas sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, yang sebelumnya sejak pukul 03.00 WIB hingga 08.48 WIB hanya bisa dilewati kendaraan roda empat. "Kita prediksikan 1 satu jam kedepan, genangan air di ruas jalan prvovinsi di Simpang Kumu Kecamatan Rambah Hilir sudah surut," ujarnya.
Editor : Rinaldi