Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Momen Lebaran Idulfitri, Antrean Panjang Kendaraan Terjadi di Dua Titik di Rohul

Engki Prima Putra • Kamis, 3 April 2025 | 01:05 WIB
Antrean panjang kendaraan merayap sepanjang 1 Km dari arah Pasirpengaraian menuju Jembatan Kumu, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul, Rabu (2/4/2025) petang.
Antrean panjang kendaraan merayap sepanjang 1 Km dari arah Pasirpengaraian menuju Jembatan Kumu, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul, Rabu (2/4/2025) petang.

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi ruas jalan provinsi yang ada di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) harus bersabar menghadapi antrean panjang kendaraan akibat adanya sejumlah titik jalan dan jembatan yang rusak di jalur lintas utama.

Pasalnya, terjadi lonjakan arus kendaraan bermotor baik roda dua dan roda empat pada Hari Raya Idulfitri 1446 H, Ahad (31/3/2025) hingga Rabu (2/4/2025) petang yang memperparah kemacetan dengan terjadinya antrean mengular kendaraan hingga beberapa kilometer.

Antrean kendaraan bermotor terjadi di dua titik ruas jalan provinsi di Kabupaten Rohul yakni Jembatan Sei Rokan di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu dan Jembatan Kumu di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir.

Berdasarkan pantauan Riaupos.co dilapangan Rabu (2/4/2025), antrean kendaraan di ruas jalan provinsi Pasirpengaraian-Ujung Batu semakin parah pada suasana Lebaran Idulfitri 1446 H akibat sistem buka tutup dengan arus lalulintas satu arah yang diberlakuan di Jembatan Sei Rokan sejak 23 November 2024 lalu.

Jembatan Sungai Rokan Kiri yang berada di ruas jalan provinsi Tandun-Pasirpengaraian itu mengalmu kemiringan, setelah pilar jembatan bergeser akibat dihantam derasnya air sungai Rokan.

Akibatnya antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular hingga beberapa kilometer (km) terutama pada pagi, sore hingga malam.

Tak hanya di Jembatan Sei Rokan, kemacetan juga terjadi di ruas jalan provinsi Pasirpengaraian arah Dalu-dalu Kecamatan Tambusai menuju Sumatera Utara (Sumut), tepatnya di Jembatan Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir

Penyebab utama antrean panjang kendaraan di titik ruas jalan provinsi ini, dikarenakan adanya lubang besar di pangkal dan ujung jembatan yang tak kunjung diperbaiki.

Selain itu juga persoapan lebar jembatan yang terlalu sempit untuk kendaraan besar yang melintas bersamaan dari arah Dalu-dalu menuju Pasirpengaraian maupun sebaliknya.

Sehingga pengendara bermotor yang padat merayap, harus mengurangi kecepatan kendaraannya saat melintasi jalan berlubang di pangkal dan ujung jembatan tersebut.

 

Antrean kendaraan bermotor terparah terjadi, Rabu (2/4/2025) pada pagi dan sore hari hingga pukul 20.30 WIB dari arah Pasirpengaraian menuju Simpang Kumu - Dalu dalu arah Sumut.

Seorang warga Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir Fajri saat diwawancara Riaupos.co, Rabu (2/4/2025) menyebutkan, antrean panjang kendaraan bermotor yang melintasi ruas jalan provinsi di Jembatan Kumu Desa Rambah sejak Hari Raya Idulfitri hingga Rabu malam.

Antrean panjang kendaraan terparah dari arah Pasirpengaraian menuju Dalu-dalu, karena pengendara bermotor baik roda dua dan roda empat sangat padat melewati Jembatan Kumu, yang merupakan satu-satunya akses jalur lintas utama Pasirpengaraian menuju Sumut.

''Antrean panjang kendaraan di ruas jalan provinsi di Desa Rambah, adanya lubang di pangkal dan ujung Jembatan Kumu, ditambah lagi lebar jembatan yang sempit sehingga memperlambat laju kendaraan pada Rabu (2/4/2025) sore tadi dari arah Pasirpengaraian-menuju Dalu-dalu hingga malam ini,'' ujarnya.

Diakuinya, keberadaan jembatan Kumu di Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir yang berada di ruas jalan lintas provinsi Pasirpengaraian menuju Sumut, sudah tidak layak lagi untuk dilewati. Lebar jembatan sempit bila ada kendaraan roda empat berselisih.

''Biasanya kalau ada kendaraan roda enam atau lebih melewati jembatan Kumu, maka kendaraan roda empat tidak berani berselisih atau bersamaan melewati jembatan yang sempit. Terkadang harus menunggu dulu, kendaraan besar yang melintas. Diperparah lagi adanya lubang di pangkal dan ujung jembatan, sehingga arus lalulintas tersendat pada Hari Raya Idulfitri tahun ini,'' tuturnya.

Sementara itu, Andi (44), Warga Koto Tandun, Kecamatan Tandun kepada Riaupos.co, Ahad (2/4/2025) mengaku mengalami dua kali kemacetan panjang saat berkunjung lebaran Idulfitri ke rumah sanak familinya di Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai.

''Pertama di Jembatan Sei Rokan Kecamatan Ujung Batu, saya harus antre sekitar 35 menit akibat arus lalulintas satu arah dengan penerapan sistem buka tutup. Setelah itu saat melewati Jembatan Kumu, kendaraan kembali merayap 1 Km dari arah objek wisata Makam Raja Rambahuntuk menuju Jembatan Kumu Desa Rambah hingga pukul 19.30 WIB,'' katanya.

Fajri menyebutkan, kemacetan di dua titik ini menjadi keluhan masyarakat atau pengguna jalan saat melintasi ruas jalan provinsi di Kabupaten Rohul.

Terutama pada momen lebaran Idulfitri tahun ini terjadi antrean panjang kendaaraan bermotor.

 

''Seharusnya jalan lubang di pangkal dan ujung Jembatan Kumu sudah diperbaiki sebelum lebaran Idulfitri. Karena jembatan ini satu-satunya akses utama pemudik maupun warga dari Pasirpengaraian menuju Dalu-dalu arah Sumut,'' sebutnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat atau pengendara bermotor yang melintasi jalan provinsi di Kabupaten Rohul pada momen lebaran Idulfitri harus banyak sabar.

Karena akan menghadapi antrean kendaraan bermotor di dua titik yakni Jembatan Kumu Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir dan Jembatan Sei Rokan di Kecamatan ujung Batu. (epp)

Editor : M. Erizal
#jalan sontang #Lintas riau sumut lewat rohul #rohul #antrean panjang #Pasirpengaraian rohul #jalan lintas riau sumut #Momen idulfitri #titik macet #antrean kendaraan