ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) - MENGHADAPI musim kemarau dengan cuaca yang cukup panas dan berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bersama Polri, TNI dan stakeholder terkait telah melakukan kesiapsiagaan bersama dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
Dibuktikan, Kamis (1/5) dengan menggelar dua kegiatan yakni apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana karhutla dan rakor bersama penanggulangan bencana karhutla tingkat Kabupaten di Kantor Bupati Rohul.
Nampak hadir pada apel tersebut Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK SH MSi, Wabup Rohul H Syafaruddin Poti SH MM, Dandim 0313/ KPR yang diwakili Mayor Inf Andre Suardi SSos, Wakapolres Rohul Kompol Rahmat Hidayat SIK, perwakilan BPBD Provinsi Riau.
Bupati Rohul Anton ST MM kepada wartawan mengatakan, berdasarkan data BMKG, Kabupaten Rohul termasuk salah satu daerah di Provinsi Riau yang berpotensi kekeringan dan risiko terjadinya karhutla khususnya di enam kecamatan yang sebelumnya telah teridentifikasi kebakaran.
Sebagai langkah antisipasi, lanjutnya, Pemkab Rohul telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla selama 228 hari terhitung 17 April hingga 30 November 2025.
‘’Melalui apel kesiapsiagaan ini, saya ingin menegaskan kembali pentingnya koordinasi, sinergi, dan kesungguhan kita dalam menjalankan tugas ini. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi semua unsur baik pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat adalah kunci keberhasilan kita dalam mencegah dan menanggulangi bencana karhutla di Kabupaten Rohul,’’ ujarnya.
Bupati mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat serta stakeholder terkait, untuk bersama-sama menjaga alam yang ada di Kabupaten Rohul, dengan mencegah terjadinya karhutla.
Di antaranya dengan melakukan patroli rutin dan pengecekan langsung ke lapangan, menyebarluaskan maklumat larangan membakar lahan, memastikan kesiapan peralatan dan logistik, melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan dan mengedepankan penegakan hukum bagi pelaku pembakaran lahan.
Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK SH MSi berharap adanya kolaborasi dan sinergi yang baik antar semua pihak serta pencegahan dini dan satukan persepsi, penanggulangan karhutla di Kabupaten Rohul tugas dan tanggungjawab bersama.
‘’Pentingnya kolaborasi dan sinergitas bersama dalam upaya meminimalisir hotspot dan firespot karhutla di Kabupaten Rohul, Sehingga dalam musim kemarau ini Kabupaten Rohul tetap aman, sehat, dan bebas dari bencana asap,’’ katanya.(epp)
Editor : Arif Oktafian