PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) menyatakan komitmennya untuk mencarikan solusi terkait kebutuhan air irigasi bagi pelaku usaha kolam ikan. Meski begitu, tetap memprioritaskan ketersediaan air bagi lahan persawahan sebagai bagian dari upaya mendukung dan mewujudkan ketahanan pangan nasional di Rohul.
Mengingat musim kemarau yang kini melanda wilayah Kabupaten Rohul, menimbulkan tantangan tersendiri bagi dua sektor usaha ini, yaitu pertanian sawah dan perikanan kolam. Plt Kepala DKPP Rohul CH Agung Nugroho STP MM melalui Sekretaris DKPP Rohul Zulfikar SP saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (2/6/2025) menyatakan, Pemkab Rohul mengambil langkah-langkah strategis agar kebutuhan air bagi kedua sektor tersebut dapat diatur secara adil dan efisien.
“Fokus utama kami tetap pada keberlangsungan pertanian sawah. Persawahan adalah penopang utama ketahanan pangan di Rokan Hulu. Namun kami juga mendengar dan memahami kebutuhan pelaku usaha kolam ikan yang sangat bergantung pada irigasi,” ujarnya.
Baca Juga: PNM Berbagi 1.000 Makanan Kolaborasi Bareng Bobon Santoso
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyusun sejumlah rencana aksi untuk memastikan petani sawah tidak terjadi kekurangan air yang dapat mengakibatkan gagal panen, khususnya saat masa pengolahan lahan dan pengisian bulir padi.
Zulfikar menjelaskan langkah yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, akan menggelar pertemuan dengan seluruh pelaku usaha perikanan kolam di sekitar irigasi sebanyak 44 orang. Dari hasil pertemuan itu nantinya didapatkan kepakatan bersama terkait mekanisme pengaturan penggunaan air bersama.
''In sya Allah, Rabu (4/6/2025), DKPP Rohul akan menggelar pertemuan dengan pelaku usaha kolam ikan di Dusun Batang Samo Balai Benih Ikan Rambah,'' jelasnya.
Dari hasil pertemuan dengan pelaku usaha kolam ikan, tambahnya, akan dibuat nota kesepakatan tertulis, yang nantinya akan menjadi pedoman bersama dalam penggunaan air irigasi yang ada di Kecamatan Rambah dan Rambah Samo.
''Kami harapkan nantinya seluruh pihak bisa mencapai kesepahaman agar pertanian tetap berjalan baik dan perikanan kolam pun tetap produktif. Pemkab Rohul hadir sebagai solusi untuk semua,” jelasnya.
Dia berharap, dengan pengelolaan air irigasi yang tepat dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dan pemerintah daerah yakin roda perekonomian daerah akan tetap berputar meski di tengah tantangan musim kemarau puncaknya Juli mendatang.(epp)
Editor : Edwar Yaman