PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO)-Polres Rokan Hulu (Rohul) kini tengah memburu pelaku pembakaran lahan di 3 (tiga) kecamatan yang menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Rambah, Rambah Samo dan Rokan IV Koto, Jumat (18/7/2025) yang terpantau di aplikasi Dasboard Lancang kuning.
Penyelidikan dilakukan bersamaan dengan berhasilnya upaya pemadaman titik api dan verifikasi hot spot yang dilakukan tiga hari berturut-turut oleh personel Polsek Rambah Samo, Rambah dan Rokan IV Koto.
Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra SIK MSi menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada upaya pemadaman titik api, tetapi juga melakukan proses penyelidikan guna mengungkap dan menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang terjadi di 3 kecamatan tersebut.
“Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti membuka lahan dengan cara dibakar. Proses penyelidikan sudah berjalan, di lokasi-lokasi bekas lahan terbakar telah dipasang police line,” tegas Kapolres Emil kepada Riaupos.co, Jumat (18/7/2025), terkait pengungkapan pelaku pembakar lahan di 3 kecamatan.
Pemadaman kebakaran lahan dilakukan dengan gerak cepat di 3 kecamatan, Jumat (18/7/2025) oleh personel Polsek Rokan IV Koto di Desa Rokan Koto Ruang. Dengan luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 14 hektare. Akses lokasi yang berbukit dan terjal serta angin kencang yang mempercepat penyebaran api menjadi kendala utama tim di lapangan.
Sementara titik api Di Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Polsek Rambah bersama tim gabungan juga melakukan pengecekan dan verifikasi hotspot menggunakan aplikasi Dashboard Lancang Kuning berbasis satelit NOAA20 dari NASA. Sinyal internet yang lemah di lokasi sempat menghambat proses pemantauan.
Sementara di Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, tim gabungan Polsek Rambah Samo, Bhabinkamtibmas, BPBD Rohul, serta perangkat desa berhasil memadamkan titik api meski menghadapi tantangan sulitnya akses jalan dan minimnya sumber air di lokasi.
Dari hasil verifikasi di sejumlah lokasi, katanya, diketahui sebagian besar lahan yang terbakar merupakan area perbukitan dan kawasan bekas kebakaran sebelumnya. Tim karhutla terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kerja keras personel kami di tiga kecamatan patut diapresiasi. Kami minta masyarakat aktif membantu mencegah Karhutla dan melaporkan jika mengetahui aktivitas pembakaran lahan di wilayahnya,” ujar AKBP Emil Eka Putra.
Lebih lanjut, Kapolres Rohul menegaskan komitmen pihaknya dalam menjaga ketertiban masyarakat dan melindungi lingkungan dari bahaya karhutla. Penegakan hukum akan dilakukan terhadap setiap pelaku yang terbukti melakukan pembakaran.
''Saat ini, tim gabungan Polres Rohul terus memantau perkembangan hot spot serta memperketat pengawasan di titik-titik rawan karhutla untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di wilayah kecamatan yang rawan karhutla,'' ujarnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman