PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dari ratusan usulan yang masuk ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Rohul berhasil terpilih sebagai salah satu dari 10 lokasi prioritas nasional penerima Surat Keputusan (SK) Penanganan Kawasan Kumuh Tahun 2025.
Kawasan Danau Dipo Boncah Balong di Kelurahan Kepenuhan Tengah, Kecamatan Kepenuhan menjadi lokus kegiatan dengan dukungan anggaran sebesar Rp7,7 miliar. SK tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sumatra III Yenni Sofyan Mora ST MSi kepada Bupati Rohul Anton ST MM dalam pertemuan di ruang rapat rumah dinas Bupati Rohul, Senin (4/8/2025).
Turut dihadiri oleh sejumlah asisten, kepala OPD, Kasi Wilayah Balai P3KP Sumatra III, Camat Kepenuhan Gustia Hendri, Lurah Kepenuhan Tengah Muhammad Arif Bakhtiar SKM, perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan warga Danau Dipo Boncah Balong Kecamatan Kepenuhan.
“Ini pencapaian luar biasa. Rokan Hulu terpilih sebagai penerima SK Penanganan Kawasan Kumuh 2025. Ini berkat kerja keras Pemda,” ujar Kepala Balai P3KP Sumatera III Yenni Sofyan Mora dalam sambutannya. Dia menyebut, penetapan ini merupakan hasil seleksi ketat dari usulan daerah se Indonesia dan mengapresiasi kesiapan serta komitmen Pemkab Rohul.
Yenni menekankan keberhasilan pelaksanaan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, termasuk camat, lurah, masyarakat hingga kepala daerah.
''Sebagai informasi, bahwa plakat program akan diserahkan ke pusat awal Agustus. Jika tidak ada sanggahan, kontrak proyek akan berjalan pada pertengahan September 2025 mendatang,'' katanya.
Dalam pada itu, Bupati Rohul Anton ST MM menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan dari Balai P3KP dan kerja keras tim teknis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Rohul.
“Syukur alhamdulillah, Kabupaten Rohul berhasil memenuhi semua syarat yang ditetapkan Kementerian PKP. Ini bukan sekadar program fisik, tapi wujud komitmen bersama menciptakan lingkungan yang lebih baik, sehat, tertata, dan berpihak pada masyarakat,” kata Anton kepada wartawan usai menerima SK, Senin (4/8/2025).
Dalam paparannya, Bupati Anton menjelaskan, kawasan Danau Dipo Boncah Balong selama ini menghadapi berbagai persoalan serius seperti rusaknya jalan lingkungan, minimnya akses air bersih, drainase yang buruk, persoalan sampah, serta kurangnya ruang terbuka dan sistem proteksi kebakaran.
Program ini, lanjut Anton, akan difokuskan pada perbaikan infrastruktur dasar seperti jalan dan drainase, pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycle) serta pembangunan fasilitas pedestrian untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Anton yang juga mantan Kadis Perkim Rohul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mendukung dan mengawal pelaksanaan program yang akan dilelang dan dilaksanakan oleh Balai P3KP Sumatra III.
“Pembangunan ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah pusat dan daerah, tapi juga masyarakat. Mari kita jadikan Danau Dipo Boncah Balong sebagai simbol perubahan positif, tempat yang nyaman untuk ditinggali dan membanggakan bagi generasi mendatang,” ujar A
Bupati Anton berharap tahun depan Kementerian PKP melalui Balai P3KP Sumatera III kembali mengalokasikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) untuk Rohul, mengingat data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah terintegrasi dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).(epp)
Editor : Edwar Yaman