PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Disdikpora) memastikan program pengadaan seragam Melayu lengkap gratis bagi 10.240 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) berjalan transparan.
Agar tidak terjadi permasalahan hukum di kemudian hari, Disdikpora resmi melibatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul dalam bantuan pendampingan hukum untuk mencegah terjadinya permasalahan di kemudian hari.
Pasalnya, program ini anggarannya bersumber dari APBD Murni Tahun Anggaran 2025 yang di dialokasikan sekitar Rp6 miliar untuk pengadaan seragam Melayu lengkap yang akan disalurkan ke murid SDN di 145 desa dan kelurahan tersebar 16 kecamatan se Rohul tahun ini.
Kepala Disdikpora Rohul H Damri Poti SSos MAP menjawab Riaupos.co, Rabu (1/10/2025), menegaskan pihaknya sudah melakukan ekspose sekaligus mengajukan permohonan pendampingan hukum ke Kejari Rohul Selasa (30/1/2025).
“Kami ingin memastikan setiap proses pengadaan, mulai dari perencanaan hingga distribusi, berjalan sesuai aturan. Dengan pendampingan jaksa, kita berharap tidak ada masalah hukum dalam pengadaan seragam Melayu lengkap untuk 10.240 murid SDN di Rohul,” ujar Damri.
Kebijakan Pemkab Rohul, lanjutnya, pada tahun ajaran pendidikan 2025/2026, khusus bantuan seragam Melayu yang diberikan secara gratis kepada seluruh murid SD negeri di Rohul. Paket pengadaan yang disiapkan cukup lengkap, mulai dari tanjak dan songket untuk murid laki-laki, jilbab tiga lembar untuk murid perempuan hingga tas sekolah untuk seluruh penerima.
Alasan tidak memilih seragam sekolah merah putih untuk murid SDN, Damri menegaskan, dengan telah berlangsungnya tahun ajaran baru, tentu peserta didik telah dibekali baju seragam sekolah oleh orangtua.
''Maka itu, kebijakan Pak Bupati, program baju seragam sekolah untuk tahun ini khusus melayu lengkap untuk murid SDN di Rohul. Insya Allah, tahun 2026 diprioritaskan baju seragam sekolah untuk siswa SMPN di Rohul,'' ujar mantan Kadis Perpussip Rohul itu.
Damri menyebutkan, proses pengadaan seragam melayu untuk murid SDN di Rohul ini, dilakukan melalui sistem e-Katalog untuk menjamin transparansi dan efisiensi. ''Jika tidak ada hambatan, Dijadwalkan pendistribusian seragam melayu akan dimulai pada November dan paling lambat awal Desember 2025.
Selain membantu meringankan beban orang tua, katanya, program ini juga menjadi langkah nyata Pemkab Rohul dalam melestarikan budaya daerah. “Pak Bupati Anton berkomitmen, agar sejak dini anak-anak Rohul mengenal dan mencintai budaya Melayu. Identitas budaya daerah harus tetap terjaga sekaligus menjadi ciri khas pendidikan di Negeri Seribu Suluk,” sebut mantan Kadinsos P3A Rohul itu. (epp)
Editor : M. Erizal