PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Antrean panjang kendaraan bermotor yang terjadi dalam dua pekan terakhir di SPBU Jalan Tuanku Tambusai Pasirpengaraian bukan disebabkan oleh pengurangan kuota bahan bakar minyak (BBM), melainkan dampak dari kekosongan stok Biosolar di sejumlah SPBU lain di sekitar Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Meski antrean tampak memanjang hingga ke badan jalan, pihak SPBU memastikan pasokan Biosolar masih mencukupi sesuai jatah yang telah ditetapkan oleh Pertamina, yakni 8.000 liter per hari.
“Kuota BBM subsidi jenis Biosolar di SPBU kami masih aman. Dalam satu tahun kuota sudah ditetapkan, dan kami menyesuaikan kebutuhan harian maupun bulanan hingga akhir 2025. Untuk BBM Dexlite, stoknya juga mencukupi,” ujar Hasbi, pengawas SPBU Tuanku Tambusai menjawab Riaupos.co, Senin (3/11/2025) petang.
Dia menjelaskan, lonjakan antrean terjadi karena sejumlah SPBU terdekat seperti SPBU Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian dan SPBU Dusun Okak, Desa Rambah Samo Barat, Kecamatan Rambah Samo, sedang kehabisan stok Biosolar.
Kondisi tersebut membuat banyak kendaraan beralih mengisi di SPBU Tuanku Tambusai, termasuk kendaraan berat seperti dump truk, fuso, dan mobil pribadi sampai antre ke jalan protokol.
“Banyak kendaraan dari luar Kecamatan Rambah datang mengisi BBM subsidi Biosolar di sini karena SPBU di daerah mereka kosong. Jadi antrean panjang itu bukan karena pengurangan kuota,” tegasnya.
Hasbi menambahkan, antrean panjang biasanya terjadi dua hingga tiga jam sebelum mobil tangki Pertamina datang mengisi pasokan. Dalam setiap pengiriman, SPBU Tuanku Tambusai menerima 8.000 liter Biosolar, namun dalam waktu singkat pasokan itu langsung habis diserbu pembeli.
“Paling lama satu sampai dua jam sudah habis, bahkan ada truk yang tidak kebagian. Karena itu, kami sudah meminta tambahan pasokan dari Pertamina sebanyak 16.000 liter untuk ini agar bisa mengurangi antrean kendaraan,” terangnya.
Dengan tambahan kuota malam ini, pihak SPBU berharap distribusi Biosolar kembali lancar dan antrean kendaraan di ruas Jalan Tuanku Tambusai Pasirpengaraian dapat berkurang, sehingga aktivitas masyarakat dan angkutan barang kembali berjalan normal.
Dalam kesempatan itu,Budi (49), seorang sopir truk pengangkut pasir dan batu (sirtu), mengaku terdampak dengan kondisi sulitnya mendapatkan Biosolar di SPBU wilayah Rambah. Ia mengeluh karena antrean panjang sering berujung sia-sia setelah BBM habis.
“Sudah lama mengantre, begitu sampai giliran, petugas bilang solar habis. Terpaksa hari ini saya tidak bisa kerja mengangkut pasir ke pelanggan,” keluh Budi kepada Riaupos.co, Senin (3/11/2025).
Budi berharap Kapolda Riau dan Kapolres Rohul turun langsung melakukan sidak ke SPBU di Kabupaten Rohul khususnya Kecamatan Rambah, karena diduga ada oknum sopir yang berulang mengisi BBM dengan cara melakukan kecurangan.
“Kami para sopir truk sangat dirugikan secara ekonomi dengan kondisi ini. Kalau begini terus, banyak sopir yang tidak bisa kerja,” tegasnya.(epp)
Editor : Edwar Yaman