PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) --Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul kembali memperpanjang Status Siaga Darurat Banjir dan Tanah Longsor hingga 31 Januari 2026. Langkah ini diambil setelah BMKG memprediksi potensi hujan intensitas sedang hingga tinggi masih akan berlangsung hingga awal tahun mendatang.
Perpanjangan status siaga tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Rohul Nomor: Kpts.100.3.3.2/BPBD/933/2025. Masa siaga darurat diberlakukan selama 54 hari kedepan, terhitung mulai 9 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026.
Keputusan Pemkab Rohul ini, menyesuaikan penetapan status siaga darurat yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah kabupaten/kota lainnya. Mengingat sebelumnya, Pemkab Rohul telah menetapkan status siaga darurat untuk periode 25 November-8 Desember 2025 melalui SK Nomor: Kpts.100.3.3.2/BPBD/895/2025 yang kini telah berakhir.
Bupati Rohul Anton ST MM melalui Kepala Pelaksana BPBD H Ridarmanto SIP MIP saat dikonfirmasi pada Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boy Arta SIP, Selasa (9/12/2025) malam, membenarkan perpanjangan penetapan status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Rohul terhitung 9 Desember hingga 31 Januari 2026.
Menurutnya, keputusan perpanjangan status siaga darurat bencana oleh Pemkab Rohul, karena hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau juga telah menetapkan status siaga hingga 31 Januari 2026, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana alam.
"Perpanjangan status Siaga Darurat Bencana Banjir dan Longsor ini, berdasarkan pertimbangan prakiraan cuaca dan peta kondisi curah hujan dari BMKG yang menunjukkan intensitas hujan sedang hingga tinggi di wilayah Riau, termasuk Rohul hingga Januari 2026 mendatang," jelas Boy Arta.
Selama masa perpanjangan status siaga darurat, katanya, BPBD Rohul melanjutkan pola penanganan seperti sebelumnya. Yakni mensiagakan personel selama 24 jam untuk memantau debit air di sungai besar setiap harinya, baik melalui patroli lapangan maupun laporan lintas sektor melalui grup koordinasi kebencanaan.
Selain telah menyiapkan peralatan evakuasi, perlengkapan darurat, logistik, lanjutnya, BPBD, TNI-Polri memperkuat koordinasi dengan kecamatan dan desa rawan bencana untuk memastikan respons cepat saat terjadi peningkatan risiko banjir maupun tanah longsor.
Pemkab Rohul bersama TNI-Polri, tegas Boy, berkomitmen dan siapsiaga penuh di seluruh wilayah rawan bencana banjir dan longsor. Sebab, terjadinya curah hujan dengan intensitas sedang mengguyur wilayah Kabupaten Rohul, sejumlah sungai besar terpantau ada peningkatan ketinggian air seperti Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian dan Sungai Rokan.
"Kami dari BPBD Rohul setiap hari lakukan koordinasi dengan lintas sektoral. Jika masyarakat melihat adanya potensi terjadinya banjir atau longsor, segera laporkan ke BPBD atau pemerintah desa maupun kecamatan setempat," imbaunya.
Editor : Rinaldi