Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lumba-Lumba yang Muncul di Sungai Batang Lubuh Rohul Ditemukan Mati Terdampar di Surau Munai

Engki Prima Putra • Senin, 15 Desember 2025 | 10:17 WIB
Nelayan menemukan lumba-lumba mati terdampar di tepi sungai Batang Lubuh tepatnya di Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul. Senin (15/12/2025) dini hari.
Nelayan menemukan lumba-lumba mati terdampar di tepi sungai Batang Lubuh tepatnya di Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir, Rohul. Senin (15/12/2025) dini hari.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Kemunculan seekor lumba-lumba di aliran Sungai Batang Lubuh, Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Selasa (9/12/2025) petang lalu, sempat menghebohkan jagad maya di platform media sosial .

Setelah hampir sepekan tak kelihatan, ikan lumba-lumba tersebut ditemukan mati terdampar di tepi aliran Sungai Batang Lubuh tepatnya di Dusun Surau Munai, Senin (15/12/2025) dini hari.

Mamalia alir tawar tersebut ditemukan oleh sejumlah warga yang sedang menjala ikan menggunakan sampan di tepi Sungai Batang Lubuh. Dari video yang beredar di media sosial, seekor lumba-lumba yang ditemukan itu, panjangnya lebih dua meter dengan kondisi sudah mengeluarkan bau busuk.

"Lah mati ikan lumba-lumba yang muncul sebelumnya di Sungai Batang Lubuh, terdampar di Dusun Surau Munai. Penyebab kematiannya tidak tau," ujar salah seorang penjala ikan dalam video yang beredar.

Dalam pada itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Rohul Zulfikar SP saat dikonfirmasi Riaupos.co, Senin (15/12/2025) pagi membenarkan, seekor lumba-lumba yang sebelumnya muncul di aliran Sungai Batang Lubuh ditemukan mati terdampar di Dusun Surau Munai, Desa Rambah Hilir Timur.

"Informasi kita terima dari Pak Kades Rambah Hilir Timur menyaksikan langsung seekor lumba-lumba yang sebelumnya muncul dipermukaan aliran Sungai Batang Lubuh mati terdampar di Dusun Surau Munai," jelasnya.

Sekretaris DKPP Rohul itu menyatakan bangkai mamalia air laut yang mati itu telah membusuk dan mengeluarkan bau yang menyengat, sehingga warga yang menemukan pertama kali lumba-lumba tersebut dibiarkan hanyut ke hilir Sungai Batang Lubuh.

"Mendapat kabar matinya lumba-lumba tersebut, saya pagi ini sudah berada di Dusun Surau Munai untuk mencari informasi dari masyarakat dan memastikan kondisi serta keberadaan lokasi mamalia itu," katanya.

Zulfikar menambahkan, pihaknya telah menginformasikan kepada Kepala UPT Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru atas ditemukan ikan lumba-lumba mati terdampar di Sungai Batang Lubuh. Namun pihak LKKPN menyatakan tidak bisa turun ke Rohul, karena sedang ada giat di lapangan terkait perseteruan buaya dengan masyarakat di salah satu daerah.

"Pihak LKKPN Pekanbaru meminta kita, untuk membantu mencari fisik lumba-lumba yang mati itu dengan mengirimkan panduan, untuk mengukur panjang, lebar dan menguburkan ke dalam tanah. Karena mamalia ini banyak membawa parasit. Setelah itu nantinya kerangka lumba-lumba akan dibawa oleh pihak LKKPN," jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (11/12/2025), Tim LKKPN Pekanbaru bersama DKPP Rohul turun ke Kecamatan Rambah Hilir untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket), mewawancarai warga di empat titik lokasi terkait penampakan lumba-lumba di Dusun Surau Munai pada Selasa (9/12/2025) lalu.

Selanjutnya tim bergeser ke Dusun Ujung Gurap dan Dusun Muara Nikum serta Dusun Muara Rumbai, tepatnya di lokasi penyeberangan rakit menelusuri aliran Sungai Batang Lubuh. Namun tidak berhasil ditemukan hingga Senin (15/12/2025) dini mamalia dilindungi tersebut ditemukan mati terdampar.

 

Editor : Rinaldi
#lumba lumba #sungai batang lubuh #mati terdampar