PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Hari ketiga pencarian, bocah berusia 8 tahun yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Ngaso, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), akhirnya ditemukan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh pihak keluarga, Ahad (11/1) sekitar pukul 07.20 WIB di bawah Jembatan Ngaso.
Korban diketahui bernama El Mahesa Pramana (8), murid kelas II Sekolah Dasar yang berdomisili di Perumahan Ria Mandiri Blok C4, Jalan Melati, Kelurahan Ujungbatu. Ia dilaporkan terseret arus deras Sungai Ngaso pada Jumat (9/1) petang, saat bermain dan mencuci tangan di bantaran sungai bersama temannya.
Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra SIK MSi menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh keluarga yang ikut melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai, tepatnya di bawah Jembatan Desa Ngaso.
‘’Saat melakukan pencarian, salah seorang keluarga melihat bagian tubuh yang mencurigakan di dekat pohon sawit di pinggir sungai. Setelah dipastikan bersama keluarga lainnya, objek tersebut ternyata adalah tubuh korban,’’ ujar AKBP Emil Eka Putra kepada Riau Pos, Ahad (11/1).
TBaca Juga: Korban Tenggelam di Sungai Ngaso Ujung Batu Akhirnya Ditemukan 1 Km dari Lokasi Kejadian
Setelah penemuan tersebut, jenazah korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas Pekanbaru, BPBD Rohul, serta unsur Polri. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Puskesmas Ujungbatu untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga Puskesmas Ujungbatu, dr Putri Arianti, korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam. Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
‘’Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan direncanakan dimakamkan di kampung halaman keluarga di Kisaran,’’ jelas Kapolres AKBP Emil Eka Putra.
Kepala Basarnas Pekanbaru Budi Cahyadi menjelaskan, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan masyarakat setempat langsung melakukan koordinasi serta pencarian di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian dilakukan dengan metode penyisiran aliran sungai dan darat di sepanjang bantaran sungai.
Pada hari pertama dan kedua pencarian, tim menyisir aliran Sungai Ngaso hingga radius 5 kilometer ke arah hilir serta area darat di sepanjang tepi sungai. Namun hingga Sabtu sore (10/1) korban belum berhasil ditemukan dan pencarian sempat dihentikan sementara.(epp/sol)
Editor : Arif Oktafian