PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Permasalahan konflik lahan yang terjadi beberapa bulan terakhir sempat mencuri perhatian publik. Upaya meredam potensi eskalasi konflik lahan di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mendapat perhatian serius aparat keamanan.
Dibuktikan, Senin (16/2) siang, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Danrem 031/Wira Bima (WB) Brigjen Agustatius Sitepu turun langsung ke Rohul, guna memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memperkuat langkah pencegahan konflik lahan perkebunan yang terjadi akhir-akhir ini.
Setelah sebelumnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi juga turun ke Rohul melakukan ekpose pengungkapan konflik lahan berdarah di lahan eks PT Berkat Satu di Kecamatan Bonai Darussalam, Rohul.
Kunjungan tersebut menegaskan kehadiran negara melalui sinergi antara Polda Riau dan Korem 031/Wira Bima dalam menjaga stabilitas sosial masyarakat. Selain memantau situasi lapangan, Kapolda Riau dan Danrem 031/WB juga membuka ruang dialog bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak terkait sektor agraria untuk mencari solusi yang berimbang dan berkeadilan.
Kedatangan Kapolda Riau bersama Danrem 031/WB dari Pekanbaru menggunakan helikopter yang mendarat di halaman Kantor Bupati Rohul. Tampak hadir pejabat utama Polda Riau dan pengurus LAMR Riau yang disambut Wakil Bupati (Wabup) Rohul H Syafaruddin Poti SH MM bersama Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Rohul terkait.
Sejumlah agenda yang dilaksanakan, mulai dari kunjungan ke Kantor Bupati Rokan Hulu, Mako Polres Rokan Hulu hingga pertemuan terbatas dengan para pemangku kepentingan di lapangan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Setiap dinamika konflik harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan komunikasi serta menghindari langkah-langkah yang berpotensi memperkeruh situasi,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan menjaga ketertiban bersama dengan menjadikan pengalaman konflik sebelumnya di wilayah Bonai Darussalam sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Irjen Herry menambahkan, pendekatan kolaboratif antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan unsur masyarakat menjadi strategi utama dalam menjaga harmoni sosial. ''Kehadiran langsung pimpinan wilayah dinilai penting untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat tetap utuh sekaligus menunjukkan bahwa negara hadir secara nyata dalam menjaga rasa aman,'' tegasnya.
Dalam pada itu, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra menyampaikan jajaran Polres Rohul terus memperkuat langkah preventif melalui patroli dialogis, pemetaan potensi konflik, serta koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas wilayah tetap terpelihara.
Baca Juga: Banyak Guru Live di Media Sosial Saat Mengajar, Ini Imbauan Korwil Rengat Barat
Diakuinya, kunjungan kerja Kapolda Riau bersama Danrem 031/WB ke Rohul tersebut menjadi pesan kuat bahwa stabilitas keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga tentang merawat kepercayaan publik, menjaga keseimbangan sosial dan memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui pendekatan yang humanis, terukur dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.(epp)
Editor : Edwar Yaman