PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Tema pembangunan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Tahun 2027 resmi ditetapkan. Bupati Rohul Anton ST MM memaparkan ada lima program prioritas daerah yang menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) 2027.
Hal itu disampaikan Bupati Anton saat membuka acara Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan Ranwal RKPD Tahun 2027 di aula Kantor Bappeda Rohul, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se Rohul, Kepala BPS, Kakan Kemenag. Pengurus LAMR Rohul, Akademisi, Pimpinan Perbankan, LSM dan Forum Anak Rohul.
Bupati Anton menyebutkan, tema pembangunan Kabupaten Rohul Tahun 2027 adalah Pemantapan Ekonomi Kerakyatan dan Penguatan Sektor Unggulan Daerah. Dimana prioritas pembangunan tahun mendatang, diarahkan pada lima fokus utama.
Diantaranya, Pertama, pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah, peningkatan investasi, serta penguatan sektor pariwisata dan infrastruktur sesuai tata ruang dan prinsip pemerataan.
Kedua, peningkatan pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dan tanggap terhadap potensi bencana daerah.
Ketiga, pelestarian adat dan budaya daerah serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat yang harmonis, agamis, dan religius.
Keempat, peningkatan daya saing sumber daya manusia melalui perbaikan akses dan mutu layanan pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial. Kelima, peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digital dan transformasi tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, partisipatif serta taat hukum.
Bupati Anton menegaskan kepada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul fokus pada pencapaian target kinerja program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan tidaklah ringan. Ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan strategis yang harus menjadi perhatian bersama.
“Seperti tingkat kemiskinan yang relatif masih tinggi, kualitas pendidikan dan layanan kesehatan yang perlu ditingkatkan, ketahanan pangan dan perlindungan sosial yang belum optimal, serta keterbatasan sarana dan prasarana infrastruktur,” ujarnya.
Dengan kemampuan keuangan daerah yang terbatas, Bupati menekankan agar penyusunan RKPD 2027 benar-benar mengedepankan prinsip anggaran berbasis program prioritas.
“Kita harus fokus pada pemenuhan target kinerja kegiatan yang berkaitan langsung dengan prioritas daerah dan memiliki daya ungkit tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat. Setiap program harus terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Rohul,” tegasnya.
Bupati Anton menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta FKP yang hadir, mulai dari kepala perangkat daerah, pemangku kepentingan, hingga perwakilan masyarakat.
Ia menilai FKP menjadi momentum penting dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah.
“Kita berharap FKP ini tidak sekadar menjadi agenda formalitas, melainkan benar-benar menjadi wadah strategis untuk menjaring aspirasi dan masukan dari seluruh pemangku kepentingan demi penyempurnaan Ranwal RKPD Rohul Tahun 2027,” pintanya.
Ia menjelaskan, FKP merupakan bagian dari tahapan penyusunan perencanaan pembangunan tahunan sebelum perumusan rancangan akhir RKPD, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017.
''Ranwal RKPD harus dibahas bersama kepala perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk menghimpun aspirasi masyarakat terhadap tujuan, sasaran serta program pembangunan daerah. Hasil pembahasan kemudian dituangkan dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani bersama oleh perwakilan peserta yang hadir,'' tutupnya. (epp)
Editor : M. Erizal