RIAUPOS.CO - Di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) di bawah kepemimpinan Bupati Anton ST MM terus bergerak mengoptimalkan aset daerah yang selama ini terbengkalai dan tidak termanfaatkan.
Langkah ini dilakukannya, sebagai upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih maksimal tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pembangunan baru. Salah satu fokus utama adalah pembenahan Gedung Daerah Rohul yang telah belasan tahun tidak difungsikan akibat kerusakan atap dan minimnya pemeliharaan di masa sebelumnya.
Tahun ini, Gedung Daerah Rohul yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Rohul tersebut direncanakan akan direvitalisasi dan dialihfungsikan menjadi Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Rohul.
”Secara bertahap kita optimalkan aset-aset yang tidak termanfaatkan agar bisa kembali digunakan untuk pelayanan publik. Gedung Daerah Rohul menjadi prioritas, dan kita sedang mengupayakan pembiayaan perbaikannya melalui pinjaman ke PT SMI yang saat ini masih dalam proses pengajuan,” ujar Bupati Anton, Senin (20/4) terkait pemamfaatan aset daerah yang terbengkalai dan tidak termanfaatkan untuk peningkatan pelayanan publik di Rohul.
Baca Juga: Tanpa Bangun Baru, Dua Gedung di Rohul Disulap Jadi Layanan Publik, Ini Penjelasan Bupati Anton
Selain itu, perhatian pemerintah daerah diarahkan pada Gedung Assesment Centre yang berada di belakang Kantor BKPP Rohul. Bangunan tersebut diketahui telah berdiri lebih dari satu dekade, namun belum pernah difungsikan secara optimal sejak awal dibangun.
Pemkab Rohul, lanjut Bupati Anton mengambil langkah tegas dengan mengalihfungsikan gedung tersebut menjadi Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Rohul. Bupati bahkan telah menginstruksikan agar instansi tersebut segera menempati gedung dimaksud, meski masih terdapat sejumlah kerusakan pada atap dan plafon gedung.
”Kita minta Kesbangpol segera pindah dari kantor lama di Perumahan Pemda ke Gedung Assesment Centre Rohul. Yang penting difungsikan dulu, sambil kita lakukan pembenahan secara bertahap,” tegasnya.
Diakui Bupati, kondisi gedung saat ini memang memerlukan perbaikan, terutama pada bagian atap dan plafon yang mengalami kebocoran. Namun demikian, pemerintah daerah memastikan akan mengalokasikan anggaran perbaikan melalui RAPBD Perubahan Rohul 2026. ”In sya Allah, perbaikan atap dan plafon akan kita anggarkan di APBD Perubahan. Ini bagian dari komitmen kita agar seluruh aset daerah bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.(adv)
Editor : Arif Oktafian