Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Otda Instrumen Perkuat Kepentingan dan Kemandirian Daerah

Engki Prima Putra • Selasa, 28 April 2026 | 11:25 WIB
Pj Sekda Rohul H Yusmar foto bersama dengan forkopimda dan kepala OPD usai upacara Peringatan Hari Otda ke-30 tingkat kabupaten di halaman Kantor Bupati Rohul, Senin (27/4/2026). (Prokopim Setda Rohul)
Pj Sekda Rohul H Yusmar foto bersama dengan forkopimda dan kepala OPD usai upacara Peringatan Hari Otda ke-30 tingkat kabupaten di halaman Kantor Bupati Rohul, Senin (27/4/2026). (Prokopim Setda Rohul)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke 30 tahun 2026 menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah dalam memperkuat kepentingan dan kemandirian daerah dalam pemba­ngunan nasional.

Penegasan itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekda Rokan Hulu (Rohul) Drs H Yusmar MSi, Senin (27/4), usai saat bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Otda ke-30 tingkat kabupaten di halaman Kantor Bupati Rohul.

Ia menekankan penting­nya peran aktif daerah dalam mendorong pembangunan yang berpihak pada ma­syarakat. Menurutnya, Peringatan Otda tahun ini mengusung tema ”Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mencerminkan semangat kolaborasi dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal serta pentingnya sinergi pusat dan daerah.

Baca Juga: Respons Keluhan Pasien, Kadiskes Rohul Tegaskan Ambulans Puskesmas Harus Standby 24 Jam, Tak Boleh Dibawa Pulang

”Pemerintah daerah dituntut tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan, tetapi harus menjadi motor penggerak pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Asta Cita sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan dan langkah implementasi di semua tingkatan pemerintahan menjadi kunci utama. Arahan Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya kesatuan visi dan arah kebijakan strategis dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas.

Yusmar mengatakan terdapat sejumlah hal strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah. Di antaranya pelaksanaan program prioritas nasional yang mencakup delapan klaster utama, mulai dari kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan hingga penurunan kemiskinan.

Baca Juga: Dari KTP Hilang dan NIK Tak Tahu, Disdukcapil Rohul Layani Ratusan WBP Lapas Pasirpengaraian dari Perekaman hingga Cetak KTP

Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcomes) melalui digitalisasi terintegrasi dan inovasi dae­rah juga menjadi perhatian penting. Langkah ini dinilai mampu menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, penguatan kemandirian fiskal daerah juga menjadi tantangan tersendiri. Hingga saat ini, masih banyak daerah yang bergantung pada transfer dana dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, pemerintah daerah didorong untuk lebih optimal dalam menggali potensi pendapatan asli daerah.

Baca Juga: Dorong Kreativitas Peserta Didik Lewat Aneka Lomba Hardiknas

Tak kalah penting, kolabo­rasi antar daerah dan peningkatan kapasitas daerah melalui penguatan sumber daya manusia aparatur. peningkatan kapasitas keuangan daerah serta penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Pj Sekda Rohul mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat di Rohul untuk menjadikan semangat otonomi daerah sebagai pendorong utama dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih baik dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. ”Selamat Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga otonomi daerah terus menjadi motor penggerak bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat di Rohul,” tutupnya.(epp)

Laporan ENGKI PRIMA PUTRA, Pasirpengaraian

 

 

Editor : Arif Oktafian
#DRS H YUSMAR MSI #pembangunan nasional #Otda #sekda rohul