PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Dua dari 191 jemaah calon haji (JCH) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Batam (BTH) terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci, Kamis (30/4) pukul 10.45 WIB.
Penundaan JCH asal Kecamatan Rambah tersebut, disebabkan salah satu jemaah atas nama Ismet Daulay harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Otorita Batam karena kondisi kesehatan belum diizinkan dokter yang menangani berangkat bersama JCH Kloter 8 BTH lainnya.
Sang istri bernama Irma Suryani. Dia memutuskan untuk tetap mendampingi suaminya selama menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan informasi Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Rohul, JCH atasnama Ismed Daulay mulai dirawat di Rumah Sakit Otorita Batam, Rabu (29/4/2026) pagi.
Baca Juga: Antisipasi Kelangkaan, SPBU Tambah Pasokan Pertalite
Usai menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir saat masuk Asrama Haji Embarkasi Batam dengan mengalami sesak napas. Petugas medis yang menangani langsung mengambil tindakan cepat dengan merujuk yang bersangkutan ke Rumah Sakit Otorita Batam.
Terpantau, Pj Sekda Rohul Drs H Yusmar MSi didampingi H Syahrudin MSy perwakilan dari Kanwil Kemenag Riau meninjau kondisi JCH Rohul Ismed Daulay dan petugas haji di Rumah Sakit Otorita Batam, Rabu (29/4) malam.
Kepala Kantor Kemenhaj Rohul H Marthillevi Saleh MSy saat dikonfirmasi Riaupos.co, Kamis (30/4/2026) menjelaskan JCH Kloter 8 BTH telah take of dari Bandara International Hang Nadim Batam langsung menuju Madinah pada pukul 10.45 WIB. Kloter ini merupakan gabungan 191 JCH dari Rohul, sisanya Kabupaten Kuansing dan Rokan Hilir (Rohil).
Baca Juga: Apresiasi Kerja Sama PT Inecda dengan Masyarakat Talang Mamak
Menurutnya, dua dari 191 JCH Rohul asal Kecamatan Rambah ditunda keberangkatan ke Tanah Suci bersama jemaah Kloter 8 BTH.
''JCH asal Kecamatan Rambah Ismed Daulay sejak Rabu (29/4/2026) hingga pagi ini masih mendapat perawatan intensif di RS Otorita Batam karena sakit. Sehingga belum memungkinkan untuk diberangkatkan bersama dengan JCH Kloter 8 BTH ,” jelasnya.
Namun istrinya bernama Irma Suryani, telah memutuskan menunda keberangkatan, mendampingi suaminya selama menjalani perawatan di rumah sakit.
''Karena kondisi suami yang masih dirawat, istrinya memilih untuk menunda keberangkatan dan setia menemani di RS Otorita Batam,” ujarnya.
Kedua jemaah tersebut, kata Marthillevi, akan tetap diberangkatkan ke Tanah Suci, setelah menunggu kondisi kesehatan membaik dan akan dimasukkan dalam kloter berikutnya.
Baca Juga: Zulfadhli Terpilih sebagai Ketua PWI Rohil
“Keberangkatan keduanya menunggu kondisi kesehatan pulih. Nantinya akan kami upayakan berangkat pada kloter selanjutnya,” sebutnya
Marthillevi memohon doa kepada masyarakat Riau, khususnya Kabupaten Rohul untuk mendoakan JCH yang saat ini sedang dirawat di RS Otorita Batam diberikan kesembuhan sehingga bisa diberangkatkan ke tanah suci untuk menunaikan rangkaian ibadah haji tahun ini.(epp).
Editor : Edwar Yaman