RIAUPOS.CO - Bupati Rohul Anton ST MM mengajak seluruh aparatur pemerintah, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa se-Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) untuk menjadi teladan dalam ketaatan membayar pajak tepat waktu, khususnya Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Tahun 2026.
Menurutnya, keteladanan ASN, kepala desa dan perangkat desa sangat penting dalam meningkatkan kepercayaan serta kesadaran masyarakat untuk membayar pajak tepat waktu.
‘’Jangan sampai masyarakat disuruh membayar pajak, tapi ASN dan perangkat desa justru tidak tepat waktu membayarnya. Keteladanan itu penting agar masyarakat percaya dan ikut sadar akan kewajibannya,’’ tegas Bupati saat penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB-P2 Tahun 2026 di Convention Hall Islamic Center Rohul, Rabu (13/5).
Baca Juga: Tragis! Seorang Ibu di Rohul Tega Aniaya Anak Kandung hingga Tewas, Warga Tak Berani Menolong
Menurutnya, penerimaan dari sektor PBB-P2 memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik hingga program kemasyarakatan di desa dan kelurahan.
Karena itu, Bupati meminta seluruh aparatur pemerintah menjadi contoh yang baik di tengah masyarakat dalam hal kepatuhan membayar pajak. ‘’Kalau aparatur pemerintah disiplin dan taat membayar pajak, tentu masyarakat juga akan ikut terdorong untuk patuh. Ini bagian dari upaya bersama meningkatkan PAD sektor PBB P2,’’ ujarnya.
Ia menegaskan, penerimaan dari sektor PBB-P2 tahun 2026 ditargetkan Rp18 miliar. Untuk itu realisasi penerimaan PBB P2 sangat berpengaruh terhadap kelanjutan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga berbagai program kemasyarakatan di Kabupaten Rohul.
‘’Di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Rohul terus mendorong optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah. Kita pastikan program pembangunan tetap jalan sesuai skala prioritas,’’ ujar mantan Kadis PUPR Rohul itu.
Orang nomor satu Rohul itu mengaku optimis, target penerimaan PBB-P2 Kabupaten Rohul ditetapkan sebesar Rp18 miliar bisa tercapai, ‘’Kalau seluruh elemen pemerintahan bersama-sama serius mengoptimalkan sektor ini, tentu target PAD dari PBB-P2 bisa tercapai bahkan meningkat. Hasilnya nanti juga kembali untuk masyarakat dalam bentuk pembangunan,’’ tambahnya.
Ia mengharapkan seluruh camat, lurah dan kades se-Rohul untuk meningkatkan koordinasi dan pengawasan terhadap petugas pajak serta memastikan SPPT benar-benar sampai kepada wajib pajak, selain iaparatur desa diminta aktif melakukan pendataan objek pajak baru dan memperbarui data wajib pajak agar potensi PAD dari sektor PBB-P2 dapat tergali maksimal.(adv)
Editor : Arif Oktafian