Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pemadaman Listrik Dua Malam di Rohul Tuai Protes, Aktivitas Warga dan Sejumlah Sektor Terganggu

Engki Prima Putra • Minggu, 24 Mei 2026 | 22:00 WIB
Penerangan lampu yang disiapkan Pemkab Rohul di Pasar Lama Pasirpengaraian dimanfaatkan sejumlah PKL, pelaku UMKM dan kuliner untuk berjualan di malam hari, baru-baru ini. (Engki Prima Putra/Riaupos.co)
Penerangan lampu yang disiapkan Pemkab Rohul di Pasar Lama Pasirpengaraian dimanfaatkan sejumlah PKL, pelaku UMKM dan kuliner untuk berjualan di malam hari, baru-baru ini. (Engki Prima Putra/Riaupos.co)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pemadaman listrik PLN yang terjadi pada malam hari selama dua hari berturut-turut, Jumat (22/5/2026) dan Sabtu (23/5/2026) di wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menuai keluhan dari berbagai kalangan masyarakat dan sektor usaha yang aktivitasnya terganggu.

Mulai dari Ibu Rumah Tangga (IRT), Pedagang, Pedagang Kaki Lima (PKL), pelaku UMKM hingga peternak unggas mengaku mengalami kerugian akibat padamnya listrik PLN pada jam-jam aktivitas masyarakat.

Pemadaman listrik yang berlangsung pada malam hari dinilai sangat mengganggu aktivitas warga. Karena malam merupakan waktu utama masyarakat beristirahat, belajar hingga sektor usaha lain mencari nafkah. Kondisi gelap gulita disertai cuaca panas membuat warga semakin resah dan gerah.

Baca Juga: Meski Cuaca Terpantau Cerah, BPBD Kampar Ingatkan Warga Waspada Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Keluhan paling banyak datang dari IRT, para pedagang, pelaku UMKM dan kuliner yang berjualan di ruas jalan Tuanku Tambusai, kawasan Komplek Perkantoran Pemda Rohul, Pasar Lama serta Jalan Lingkar Km 4 Pasirpengaraian. 

Mereka menilai pemadaman listrik secara mendadak dua hari lalu pada malam hari sangat merugikan karena malam merupakan waktu utama masyarakat berbelanja dan pelaku usaha mencari penghasilan.

Salah seorang pedagang pakaian di Jalan Tuanku Tambusai Desa Pematang Berangan Kecamatan Rambah Meri, mengaku pemadaman listrik pada malam hari memberikan dampak rurunya omzet dagangannya. Karena secara umum, masyarakat lebih banyak berbelanja di  malam hari, karena siangnya mereka melakukan aktifitas dan usaha.

Baca Juga: Maryam, Siswi MAN 1 Pekanbaru Lulus di 24 Kampus Top Dunia dan Raih 10 Beasiswa: Modal Disiplin, Manajemen Waktu dan Kepercayaan Diri

“Kalau malam itu waktu ramai pembeli. Tapi karena listrik mati dua malam lalu, suasana jadi gelap dan panas. Orang malas keluar rumah. Kami terpaksa tutup, karena tidak memiliki mesin genset,” ujar Meri kepada Riaupos.co, Ahad (24/5/2026), terkait dampak padamnya listrik secara mendadak di malam hari 

Menurutnya, jika  memang harus dilakukan pemadaman bergilir, sebaiknya dilakukan pada siang hari agar tidak terlalu berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. “Kenapa pemadaman harus pada malam hari. Siang kan bisa dilakukan pemadaman. Kalau malam semua sektor usaha dan rumah tangga terganggu ,” sebutnya

Keluhan serupa juga disampaikan pelaku UMKM kuliner di kawasan Komplek Perkantoran Pemda Rohul. Mereka mengaku kesulitan melayani pelanggan karena sebagian besar peralatan usaha menggunakan tenaga listrik.

“Lampu mati, kipas tidak hidup, es cepat cair. Pembeli juga tidak nyaman duduk lama karena gerah. Kami jelas rugi,” ungkap Andi, salah seorang penjual minuman kepada Riaupos.co, Sabtu (23/5/2026).

Selain berdampak terhadap sektor usaha, kondisi listrik padam pada malam hari juga mengganggu aktivitas rumah tangga masyarakat. Warga mengaku kesulitan beristirahat karena cuaca panas dan anak-anak tidak bisa belajar dengan nyaman akibat kondisi rumah gelap gulita.

Baca Juga: Permintaan Genset dan Lampu Darurat di Pekanbaru Melonjak Tajam

“Anak-anak sekarang banyak tugas sekolah. Kalau listrik mati malam hari, mereka susah belajar. rumah pengap, panas dan gelap,” kata Yanti, warga Kelurahan Pasirpengaraian kepada Riaupos.co, Sabtu (23/5/2026).

Tak hanya itu, pemadaman listrik juga berdampak terhadap aktivitas pelayanan usaha yang bergantung pada arus listrik seperti tempat usaha kuliner, konter handphone,  hingga pedagang minuman dingin. Sebagian pelaku usaha mengaku mengalami kerugian karena peralatan elektronik tidak dapat digunakan secara maksimal saat listrik padam berlangsung cukup lama.

Bahkan pelanggan ULP Pasirpengaraian mengaku minimnya informasi dari PT PLN UP3 Bangkinang yang membawahi ULP Pasirpengaraian terkait jadwal maupun penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi selama dua hari terakhir lalu.

“Kalau memang ada pemadaman, setidaknya masyarakat diberi informasi lebih awal supaya kami bisa bersiap. Alhamdulilah, pada Ahad malam ini, listrik PLN hidup, tidak ada pemadaman. Semoga kedepan kembali normal” ujar Nani, salah seorang Ibu Rumah Tangga di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah.

Dampak pemadaman listrik tersebut tidak hanya dirasakan sektor perdagangan dan rumah tangga, tetapi juga para peternak unggas di Rohul. Sejumlah peternak ayam dan bebek mengaku mengalami kerugian karena ternak mereka membutuhkan suhu hangat dari cahaya lampu pijar.

Salah seorang peternak ayam di Kecamatan Rambah Iwan, mengaku khawatir terhadap kondisi DOC anak ayam miliknya saat listrik padam berjam-jam dua malam lalu secara berturut-turut. “DOC Anak ayam sangat membutuhkan panas lampu. Kalau listrik mati terlalu lama, ayam bisa stres bahkan mati. Kami sangat dirugikan, pemadaman listrik di malam hari,” katanya.

Diakuinya, pemadaman listrik yang terjadi secara mendadak membuat para peternak kesulitan mengantisipasi kebutuhan penerangan dan pemanas kandang. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, dikhawatirkan akan berdampak terhadap pertumbuhan dan tingkat kematian ternak.

Baca Juga: Karyawati Salah Satu Ritel di Duri Bengkalis Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Atasannya

Iwan meminta PLN meningkatkan pelayanan informasi kepada pelanggan agar setiap pemadaman listrik dapat diketahui lebih awal sehingga warga dan pelaku usaha dapat melakukan antisipasi dan persiapan.

''Kami dari peternak Unggas berharap kondisi kelistrikan di Rohul segera kembali stabil dan PLN dapat mencari solusi agar pemadaman tidak lagi dilakukan pada malam hari karena sangat berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, pendidikan anak-anak, hingga sektor peternakan,'' ujarnya. 

Sementara itu, Manager ULP Pasirpengaraian Boni Sofianto saat dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (24/5/2026), terkait informasi jadwal pemadaman listrik untuk pelanggan ULP Pasirpengaraian tidak bisa memastikan. ''Kami belum ada mendapatkan informasi update terkait pemadaman listrik,'' ujarnya singkat melalui pesan WhatshApp.

Pantauan Riaupos.co, pasca pemadaman listrik yang terjadi pada Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, aliran listrik di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sempat kembali normal sekitar pukul 23.30 WIB. Hingga Ahad (24/5/2026) malam sekitar pukul 20.0 WIB kondisi  listrik PLN terpantau masih stabil dan tetap menyala di wilayah kerja ULP Pasirpengaraian dan Ujung Batu.(epp)

 

Editor : Edwar Yaman
#tuai protes #Pemadaman Listrik #aktivitas warga