ROKANHULU (RIAUPOS.CO) - WAKIL Bupati Rokan Hulu (Wabup Rohul) H Syafaruddin Poti SH MM mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan adat Melayu sebagai jati diri daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk.
Menurutnya, adat Melayu tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga pedoman kehidupan yang mengandung nilai kebersamaan, musyawarah, gotong royong dan penghormatan kepada orang tua.
Ajakan tersebut disampaikan Wabup H Syafaruddin saat menghadiri kegiatan silaturahmi Suku Maih Muniliang dan Urang Sumondo Puak Pulau Alai di kediaman Fatimah, Desa Sejati, Kecamatan Rambah Hilir, Ahad (7/6).
Baca Juga: Dua Personel Polres Rohul Resmi Dipecat, AKBP Emil Minta Jadi Pelajaran
Dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, Wabup didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul H Helfiskar SH MH, Camat Rambah Hilir Mahadi SE MM, perangkat Desa Sejati, para pucuk suku, ninik mamak, tokoh adat, tokoh masyarakat serta keluarga besar Suku Maih Muniliang dan Urang Sumondo Puak Pulau Alai.
Kehadiran dirinya dalam kegiatan tersebut, lanjutnya sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul terhadap upaya pelestarian adat dan budaya Melayu yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur.
Baca Juga: Semangat Kebersamaan dan Syiar Islam Jadi Kekuatan Pembangunan Daerah
Wabup menegaskan, adat Melayu merupakan identitas yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Rokan Hulu. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.
‘’Adat Melayu adalah warisan yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung nilai kebersamaan, musyawarah, penghormatan kepada orang tua, serta semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat kita. Karena itu, tradisi silaturahmi seperti ini harus terus dipelihara,’’ ujar mantan Wakil Ketua DPRD Riau itu.(adv)
Editor : Arif Oktafian