PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Kesedihan mendalam masih menyelimuti Jeri. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, pria asal Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat itu hanya memiliki satu harapan setelah kehilangan ibu kandungnya untuk selamanya.
"Saya hanya ingin pelakunya ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," ucap Jeri saat menerima kunjungan silaturrahmi Kapolsek Ujung Batu Kompol Jusuf Purba SH MH dan Camat Ujung Batu Sigid Pranjoro SSTP di Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rabu (17/6/2026).
Jeri merupakan anak sulung dari almarhumah Inur (49), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang ditemukan tewas mengenaskan dengan dua luka tusuk di bagian leher di dalam rumahnya yang beralamat di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Selasa (16/6/2026). Kematian tragis sang ibu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Baca Juga: Rayakan HUT Kota Pekanbaru ke-242, The Premiere Night Valley Hadirkan Diskon Spesial 24 Persen
Di tengah suasana duka, Jeri mengaku tak menyangka kabar yang diterimanya pada Selasa siang menjadi kabar paling menyakitkan dalam hidupnya. Karena tidak memiliki telepon genggam, informasi meninggalnya sang ibu disampaikan langsung oleh kerabat yang datang ke rumahnya di Pasaman.
"Keluarga datang ke rumah dan memberitahu kalau ibu sudah meninggal dunia. Saya tidak punya handphone, jadi baru tahu dari mereka," tuturnya.
Tanpa banyak berpikir, Jeri segera berangkat menuju Ujung Batu menggunakan jasa ojek. Perjalanan panjang yang ditempuhnya dipenuhi rasa cemas dan harapan agar kabar yang diterimanya tidak benar. Namun sesampainya di lokasi, kenyataan pahit harus diterimanya.
Baca Juga: Buntut Viral Digeruduk Emak-emak, Anggota DPRD Sidak Sejumlah Gelper di Pekanbaru
Adik perempuan Jeri yang tinggal di Kecamatan XIII Koto Kampar juga menuju Ujung Batu setelah mendengar kabar duka tersebut. Kedua bersaudara itu kini harus menghadapi kenyataan kehilangan sosok ibu yang selama ini menjadi tempat mereka mengadu dan bersandar.
Jeri mengungkapkan, ibunya menikah sekitar lima bulan lalu. Namun selama itu, dirinya dan sang adik belum pernah bertemu secara langsung dengan ayah sambung mereka."Kami hanya tahu ibu sudah menikah sekitar lima bulan lalu. Tapi kami belum pernah bertemu dengan suaminya," ungkapnya.
Setibanya di Ujung Batu pada Selasa malam, Jeri langsung menuju ke rumah orangtuanya. Namun ia belum dapat memasuki rumah maupun melihat barang-barang peninggalan sang ibu karena lokasi masih dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Baca Juga: Dana Rp 21,4 Miliar Tak Bisa Dipertanggungjawabkan Nany Widjaja, Terungkap Lewat 30 Lembar Bukti
Sementara itu, jenazah ibunya Inur telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Penghijauan Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu. Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru dan dihadiri puluhan warga sekitar yang turut berduka atas peristiwa tersebut.
Kedatangan kedua anak korban mendapat perhatian dari pemerintah kecamatan dan pihak kepolisian. Kapolsek Ujung Batu Kompol Jusuf Purba SH MH bersama Camat Ujung Batu Sigid Pranjoro menyambangi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada anak-anak korban yang sedang berduka.
Di hadapan Kapolsek Ujung Batu, Jeri kembali menyampaikan harapannya agar kasus kematian ibunya segera terungkap. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan berharap pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sementara itu, Kapolres Rohul AKBP Emil Eka Putra melalui Kasi Humas AKP Yohanes Tindoan SH memastikan penyidik Polsek Ujung Batu yang diback-up Satreskrim Polres Rohul masih terus bekerja mengungkap pelaku dan motif di balik dugaan pembunuhan tersebut.
"Masih tahap penyelidikan. Penyidik Polsek Ujung Batu diback-up Satreskrim Polres Rohul masih berada di lapangan untuk mengejar dan mengungkap pelaku dugaan pembunuhan korban," tegas mantan Kapolsek Rokan IV Koto itu menjawab Riaupos.co, Rabu (17/6/2027), terkait pengungkapan pelaku pembunuhan korban IRT Inur di Desa Ngaso.
Seperti diberitakan sebelumnya, Inur ditemukan meninggal dunia di atas tempat tidurnya dengan kondisi bersimbah darah, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Hasil visum menunjukkan korban mengalami dua luka tusuk benda tajam di bagian leher.
Baca Juga: Menggerakkan Semangat Jaga Lingkungan, MAN 2 Pekanbaru Launching Eco-Owly
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk keberadaan suami korban berinisial JH (40) dan sepeda motor korban yang diketahui tidak berada di lokasi saat peristiwa itu terungkap. (epp)
Editor : M. Erizal