Pencairan Pinjaman Daerah ke PT SMI Bertahap

Tim Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 10:20 WIB
MEMBERIKAN ARAHAN: Bupati Rohul Anton ST MM memberikan arahan, usai penandatanganan perjanjian pembiayaan daerah dan cash/collection account management agreement (CAMA) secara notarial dengan PT SMI di lantai 48 Sahid Sudirman Center, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Prokopim Setda Rohul untuk Riau Pos)
MEMBERIKAN ARAHAN: Bupati Rohul Anton ST MM memberikan arahan, usai penandatanganan perjanjian pembiayaan daerah dan cash/collection account management agreement (CAMA) secara notarial dengan PT SMI di lantai 48 Sahid Sudirman Center, Jakarta, Jumat (17/7/2026). (Prokopim Setda Rohul untuk Riau Pos)

ROKAN HULU (RIAUPOS.CO) - PEMERINTAH Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) memastikan pencairan pinjaman daerah dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp154.988.488.149 tidak dilakukan sekaligus.

Penarikan dana untuk penyelesaian lanjutan pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan pembangunan Mal Pelayanan Publik (MPP) dilakukan secara bertahap sesuai progress pekerjaan dan mekanisme yang telah disepakati antara Pemkab Rohul dengan PT SMI.

Bupati Rohul Anton ST MM melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Rohul, Abdurrochim SE MSi menjelaskan, pinjaman daerah tersebut dialokasikan untuk membiayai dua proyek strategis, yakni pembangunan gedung baru RSUD Rokan Hulu sebesar Rp146.108.488.149 dan pembangunan MPP sebesar Rp8.880.000.000.

Baca Juga: Ambulans Desa Giti Terbalik di Tandun, Pasien yang Baru Pulang dari RS Kembali Dilarikan ke Awal Bros Ujung Batu

‘’Skema pencairan pinjaman memang tidak dilakukan sekaligus. Penarikan dana dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan peker­jaan dan progres pelaksanaan di lapangan. Hal itu sudah menjadi kesepakatan antara Pemkab Rohul dengan PT SMI,’’ ujar Abdurrochim, Senin (20/7).

Ia menjelaskan, berdasarkan rencana estimasi penari­kan dana yang disusun konsultan, kebutuhan anggaran pada tahun pertama masih relatif kecil karena pekerjaan baru memasuki tahap persiapan, pengawasan dan awal konstruksi.

Baca Juga: RPKAD Kebut Penyusunan Draf Rancangan KUA-PPAS 2027 Target Akhir Juli Diserahkan ke DPRD

Untuk kebutuhan konsultan manajemen konstruksi (MK), pada tahun 2026 dibu­tuhkan anggaran sebesar Rp316.139.000, sedangkan pada tahun 2027 meningkat menjadi Rp2.845.251.000.

Sementara untuk pekerjaan fisik, kebutuhan dana pada tahun 2026 diperkirakan sebesar Rp8.314.209.190. Memasuki tahun 2027, kebutuhan anggaran meningkat menjadi Rp74.827.882.712 seiring percepatan pembangunan kedua proyek tersebut.

Baca Juga: Rumah Ludes Terbakar, Pemkab Rohul Hadir Ringankan Beban Korban di Desa Ulak Patian

‘’Dengan skema itu, total estimasi penarikan dana pada tahun 2026 sekitar Rp8,63 miliar, sedangkan pada tahun 2027 sekitar Rp77,67 miliar. Penarikan berikutnya akan menyesuaikan perkembangan pekerjaan hingga proyek selesai,’’ jelasnya.

Porsi terbesar pinjaman daerah itu, lanjutnya, digunakan untuk pembangunan gedung baru RSUD Rokan Hulu yang menjadi proyek prioritas pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Selain itu, katanya pembangunan MPP dengan mere­novasi Gedung Daerah Rohul menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan dalam satu lokasi.(adv)

Editor : Arif Oktafian
Sarana Multi Infrastruktur pemkab rohul pt smi rokan hulu