PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Setelah belasan tahun menjadi langganan banjir setiap musim hujan, wajah ibu kota Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kini mulai berubah.
Hampir satu tahun terakhir, ruas Jalan Tuanku Tambusai dan rumah warga di Desa Babussalam, Desa Pematang Berangan dan Kelurahan Pasirpengaraian nyaris tak lagi terendam genangan meski curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Perubahan yang dirasakan langsung masyarakat itu bukan terjadi begitu saja. Keberhasilan tersebut merupakan hasil program normalisasi Sungai Batang Lubuh yang menjadi salah satu terobosan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu di bawah kepemimpinan Bupati Anton ST MM dan Wakil Bupati H Syafaruddin Poti SH MM melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Baca Juga: 143 Warga Meranti Positif TBC, Dinkes Genjot Skrining Massal Lewat CKG Sasar 4.000 Orang
Selama bertahun-tahun, luapan air Sungai Batang Lubuh menjadi momok bagi warga tiga desa dan satu kelurahan di Kecamatan Rambah itu. Pasalnya, ratusan rumah penduduk serta ruas Jalan Tuanku Tambusai yang merupakan jalur utama di pusat Kota Pasirpengaraian kerap terendam banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.
Kondisi itu tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menghambat arus lalu lintas dan perekonomian.
Namun melalui program normalisasi sungai di Jembatan Batang Lubuh, endapan pasir dan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air dikeruk sehingga kapasitas sungai kembali meningkat. Dampaknya, aliran air menjadi lebih lancar dan risiko luapan sungai dapat ditekan.
Baca Juga: Kasus Eksploitasi Anak Pertama di Meranti, Korban Putus Sekolah Dipaksa Orang Tua Bekerja
Untuk mempertahankan hasil tersebut, Pemkab Rohul kembali melanjutkan program normalisasi pada Tahun Anggaran 2026 melalui sistem swakelola. Program ini tidak hanya bertujuan mencegah banjir, tetapi juga melindungi turap, abutmen jembatan serta infrastruktur di sepanjang bantaran Sungai Batang Lubuh.
Plt Kepala Dinas PUPR Rohul H Zulfikri ST mengatakan normalisasi Sungai Batang Lubuh yang dilaksanakan pada 2025 terbukti memberikan dampak signifikan.
Selama hampir satu tahun terakhir, ruas jalan dan rumah penduduk di Desa Babussalam, Desa Pematang Berangan dan Kelurahan Pasirpengaraian tidak lagi mengalami banjir seperti tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Sah! Wako Agung Pilih Zulhelmi Arifin sebagai Sekdako Pekanbaru
"Normalisasi dilakukan dengan mengeruk endapan pasir yang menumpuk di tengah Sungai Batang Lubuh sehingga aliran air menjadi lebih lancar. Ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mengurangi risiko banjir sekaligus merawat dan mencegah kerusakan turap di sepanjang aliran Sungai Batang Lubuh," ujar H Zulfikri ST menjawab Riaupos.co, Senin (3/8/2026), terkait kegiatan normalisasi Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian.
Ia menjelaskan, kegiatan swakelola yang dibiayai melalui APBD Rohul Tahun Anggaran 2026 itu meliputi pengerukan sedimentasi, pelebaran alur sungai hingga penataan bantaran menggunakan alat berat ekskavator.
Menurutnya, normalisasi tidak hanya memperlancar aliran air saat musim hujan, tetapi juga mengurangi tekanan terhadap turap sehingga umur konstruksi pengaman sungai menjadi lebih panjang dan keamanan masyarakat semakin terjamin.
"Saat ini sedimentasi mulai kembali menumpuk dan dasar sungai menjadi dangkal ketika debit air surut. Karena itu, normalisasi lanjutan perlu dilakukan agar fungsi sungai tetap optimal dan aliran air sungai Batang Lubuh lancar ," jelasnya.
Zulfikri menegaskan, normalisasi sungai-sungai besar di Kabupaten Rohul, termasuk Sungai Batang Lubuh, Sungai Rokan akan menjadi program yang dilaksanakan secara berkala setiap tahun.
"Kami ingin masyarakat terus merasakan manfaat dari program Bupati dan Wakil Bupati Rohul. Bukan hanya terbebas dari banjir, tetapi juga memiliki infrastruktur sungai yang lebih aman, kuat, dan berfungsi dengan baik untuk jangka panjang," tutup Sekretaris Dinas PUPR Rohul itu. (epp)
Editor : M. Erizal