PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Kondisi ruas jalan provinsi Dalu-dalu-Bangun Jaya, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), semakin dikeluhkan pengguna jalan. Ratusan titik lubang dan badan jalan bergelombang ditemukan di sejumlah segmen, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati karena kerusakan tersebut dinilai mengancam keselamatan.
Ruas jalan yang menghubungkan Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai menuju Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, itu merupakan salah satu akses utama masyarakat menuju perbatasan Sumatera utara. Kondisi jalan yang rusak tidak hanya mengganggu kelancaran perjalanan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas angkutan dan perekonomian masyarakat.
Jarak dari Dalu-dalu menuju Desa Bangun Jaya sekitar 30 kilometer. Dalam kondisi normal, perjalanan darat dapat ditempuh sekitar 1 jam 30 menit. Ruas tersebut merupakan bagian dari Jalan Dalu-dalu-Mahato yang berada di bawah kewenangan Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau.
Baca Juga: Tim PKM UPP Inovasi Kemasan dan Branding Beras Lokal, Dorong Pendapatan Desa Cipang Kiri Hulu
Pantauan di lapangan, di sejumlah titik kerusakan terlihat lubang dengan berbagai ukuran, permukaan jalan bergelombang hingga bagian badan jalan yang membutuhkan penanganan. Pengendara terpaksa mengurangi kecepatan guna menghindari lubang untuk menjaga keselamatan.
Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena ruas jalan juga dilalui kendaraan angkutan barang, termasuk kendaraan pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Aktivitas kendaraan bertonase besar dikeluhkan masyarakat karena dinilai turut memberikan tekanan terhadap kondisi jalan dan menimbulkan debu di saat musim kemarau.
Bahkan, masyarakat memasang pamplet yang menjadi perhatian pengguna jalan yang bertuliskan ''Jalan Ini Dijual karena Pemerintah Sudah Tidak Mau Lagi," di tepi ruas jalan provinsi Dalu-dalu-Mahato.
Baca Juga: Kabut Asap Tipis Mulai Selimuti Langit Tembilahan
Seorang sopir angkutan umum jurusan Rantau Kasai-Pekanbaru Dede (45) mengatakan, kerusakan ruas jalan provinsi di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara menuju Dalu-dalu sudah lama dikeluhkan masyarakat. Kondisi itu membuat pengemudi atau kendaraan pribadi harus meningkatkan kewaspadaan selama perjalanan.
Pasalnya, lubang dan permukaan jalan yang bergelombang membuat kendaraan tidak bisa melaju dengan kecepatan normal. "Kalau kondisi jalan seperti ini, kami harus ekstra hati-hati. Kalau dipaksakan cepat, sangat berisiko. Perjalanan menjadi lebih lama. Banyak lubang dan jalan bergelombang di sepanjalang jalan provinsi. Apalagi pada malam hari, banyak kendaraan yang pertama kali melintas terjebak dititik jalan rusak," kata Dede saat dikonfirmasi Riaupos.co, Kamis (20/8/2026), terkait kondisi ruas jalan Dalu-dalu-Mahato tepatnya di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Tambusai Utara.
Menurutnya, persoalan utama bukan hanya ketidaknyamanan berkendara, tetapi menyangkut keselamatan pengemudi dan penumpang. Apalagi jalur tersebut cukup ramai dilalui kendaraan.
Baca Juga: Awalnya Bakar Kayu, Api Menjalar ke Lahan Warga, Pria di Tambang Diamankan Polisi
"Kami berharap pemerintah segera turun memperbaiki jalan ini. Jangan menunggu sampai ada kecelakaan. Jalan ini dipakai masyarakat setiap hari dan kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan," ujarnya.
Keluhan juga datang dari pedagang telur asal Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai Utara yang hampir setiap hari membawa barang dagangan. Kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang membuat kendaraan harus melaju perlahan agar telur tidak mengalami kerusakan selama perjalanan.
"Kalau membawa telur, jalan rusak seperti ini sangat berpengaruh. Kendaraan terguncang saat melewati lubang. Kalau guncangannya kuat, telur bisa pecah dan kami mengalami kerugian," kata Ibnu kepada Riaupos.co, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Catat Sejarah Keinsyuran Indonesia, SF Hariyanto Jadi Plt Gubernur Pertama Raih IPU
Menurutnya, kondisi jalan yang baik sangat dibutuhkan masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas perdagangan dan distribusi kebutuhan pokok serta ekonomi masyarakat. "Harapan kami segera diperbaiki. Kalau jalan bagus, perjalanan lebih aman dan cepat. Biaya angkutan juga bisa lebih ringan. Yang paling penting, keselamatan masyarakat terjamin," ujarnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Riau segera melakukan penanganan terhadap titik-titik kerusakan di sepanjang ruas tersebut. Perbaikan dinilai mendesak mengingat jalan menjadi akses penting bagi masyarakat Kecamatan Tambusai dan Tambusai Utara menuju batas Sumut.
"Dengan kondisi kerusakan yang semakin dikeluhkan pengguna jalan, masyarakat berharap penanganan jalan provinsi Dalu-dalu-Mahato tepatnya Desa Bangun Jaya tidak sebatas tambal sulam, tetapi dilakukan secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat demi menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas masyarakat," tutupnya.
Editor : Rinaldi